Gulai Gajeboh, Sensasi Gurih Pedas Khas Minang

  • 10 Apr 2026 13:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah kekayaan kuliner Nusantara, setiap hidangan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga cerminan budaya, cara hidup, hingga kearifan lokal dalam mengolah bahan pangan. Dari situlah kita belajar bahwa menikmati makanan tidak hanya tentang kelezatan, tetapi juga memahami nilai gizi, proses pengolahan, serta bijak dalam mengonsumsinya seperti halnya pada gulai gajeboh, yang lezat sekaligus mengajarkan kita pentingnya keseimbangan.

Dalam situs Indonesia Kaya hidangan khas Minangkabau ini kerap disebut-sebut sebagai “makanan surga” oleh para penikmat kuliner. Sajian unik berbahan dasar punuk sapi ini terkenal dengan rasa gurihnya yang luar biasa.

Berbeda dari gulai pada umumnya, gulai gajeboh justru tidak menggunakan santan. Lemak tebal pada bagian punuk sapi atau yang juga dikenal sebagai sandung lamur sudah cukup menghadirkan rasa gurih yang khas. Potongan daging dan lemak ini kemudian dimasak dengan kuah asam padeh atau asam pedas yang segar dan kaya rempah.

Keistimewaan gulai gajeboh terletak pada komposisinya. Perbandingan antara daging dan lemak bahkan bisa mencapai 1 banding 3. Menariknya, semakin tipis bagian daging, justru semakin terasa nikmat lemaknya. Teksturnya pun lembut, tidak berlebihan, dan tidak menimbulkan rasa enek saat disantap.

Para pecinta kuliner Minang bahkan memiliki “tingkatan kenikmatan” tersendiri untuk gulai ini. Tingkat “cukup gurih” didapat saat daging lebih dominan, “gurih” ketika lemak lebih banyak, dan “gurih sekali” saat hampir seluruhnya terdiri dari lemak.

Disajikan dalam piring kecil dengan kuah melimpah, gulai gajeboh tampil menggoda selera. Lemak yang tampak menyatu dalam kuah rempah tidak terasa keras, melainkan mudah lumer di mulut, menghadirkan perpaduan rasa gurih dan pedas yang memanjakan lidah.

Namun, di balik kelezatannya, ada hal yang perlu diperhatikan. Kandungan lemak yang tinggi membuat hidangan ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita kolesterol. Beberapa penikmat bahkan mengaku merasakan efek “berat” di tengkuk setelah menyantapnya.

Meski memiliki banyak penggemar, gulai gajeboh tergolong cukup langka di berbagai kota besar di Indonesia. Sajian ini lebih mudah ditemukan di daerah asalnya, seperti di warung makan khas Padang atau penjual nasi kapau yang masih mempertahankan resep autentik.

Bagi Anda pencinta kuliner nusantara, gulai gajeboh bisa menjadi pengalaman rasa yang berbeda unik, berani, dan tentu saja, menggoda selera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....