Makna Warna Buah dan Sayur: Apa Kandungan di Baliknya?

  • 04 Mar 2026 11:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Saat melihat deretan buah dan sayur di pasar, warna sering kali menjadi hal pertama yang menarik perhatian. Merah pada tomat, oranye pada wortel, ungu pada terong, hingga hijau pekat pada bayam, tentu bukan sekadar estetika.

Warna-warna tersebut berasal dari senyawa alami yang disebut pigmen, yang tidak hanya berperan bagi tanaman, tetapi juga memiliki kaitan dengan nilai gizinya. Secara ilmiah, warna pada buah dan sayur dipengaruhi oleh berbagai jenis pigmen. Beberapa di antaranya bahkan telah banyak diteliti karena manfaatnya bagi tubuh manusia.

1. Merah: Likopen dan Antosianin

Warna merah pada tomat dan semangka berasal dari likopen, salah satu jenis karotenoid. Likopen dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sementara itu, warna merah keunguan pada stroberi atau apel tertentu berasal dari antosianin. Menurut kajian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, antosianin berperan sebagai antioksidan dan dikaitkan dengan kesehatan jantung.

2. Oranye dan Kuning: Beta-Karoten

Wortel dan labu mendapatkan warna oranyenya dari beta-karoten. Senyawa ini merupakan prekursor vitamin A yang penting untuk kesehatan mata dan sistem imun.

Badan seperti World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya asupan vitamin A, terutama di negara berkembang, karena kekurangannya dapat berdampak pada gangguan penglihatan.

3. Hijau: Klorofil

Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung klorofil, pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis. Warna hijau menandakan kandungan fitonutrien serta serat yang cukup tinggi.

Selain itu, sayuran hijau umumnya kaya akan folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah.

4. Ungu dan Biru: Antosianin

Terong, blueberry, dan kol ungu mendapatkan warnanya dari antosianin. Senyawa ini juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Advances in Nutrition menunjukkan konsumsi buah dan sayur kaya antosianin berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis tertentu.

5. Putih: Allicin dan Senyawa Sulfur

Bawang putih dan bawang bombay mungkin tampak sederhana dengan warna pucatnya. Namun di balik itu terdapat senyawa sulfur seperti allicin.

Allicin telah lama diteliti karena sifat antimikroba dan potensi manfaatnya bagi kesehatan kardiovaskular.

Warna pada buah dan sayur bukan hanya soal tampilan, tetapi juga petunjuk kandungan senyawa alaminya. Karena itu, variasi warna dalam piring makan sering kali menjadi cara sederhana untuk memastikan asupan nutrisi yang lebih beragam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....