Palai Ikan Serai Kuliner Tradisional
- 27 Feb 2026 12:49 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru- Palai ikan adalah olahan ikan yang dibumbui dengan campuran rempah-rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai, dan santan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang atau dikukus hingga matang. Palai ikan serai merupakan salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau yang terkenal dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang kuat, dan menjadi bagian dari kekayaan gastronomi masyarakat Sumatera Barat.
Secara tradisional, jenis ikan yang sering digunakan adalah ikan laut seperti tongkol atau ikan kembung, meskipun beberapa daerah juga menggunakan ikan sungai. Proses memasak dengan cara dibungkus daun pisang membantu menjaga kelembapan dan mempertahankan kandungan nutrisi di dalam ikan.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), dari sisi kandungan gizi, palai ikan serai memiliki nilai nutrisi yang cukup tinggi. Ikan sebagai bahan utama mengandung protein hewani berkualitas tinggi yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, ikan laut kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Santan yang digunakan memang mengandung lemak, namun juga menyediakan energi serta vitamin larut lemak seperti vitamin A dan E.
Dalam per 100 gram ikan laut rata-rata mengandung sekitar 20 gram protein, 2–5 gram lemak (tergantung jenis ikan), serta berbagai mineral penting seperti zat besi, fosfor, dan kalsium. Kandungan ini menjadikan palai ikan serai sebagai pilihan makanan tradisional yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi.
Selain menjadi sajian rumahan, palai ikan serai juga banyak ditemukan di rumah makan khas Minang dan sering disajikan dalam berbagai acara adat. Keunikan rasa dan proses memasaknya menjadikan hidangan ini tetap lestari di tengah gempuran makanan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....