Gulai Jengkol Pucuk Ubi Warisan Dapur Minang

  • 26 Feb 2026 14:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Gulai jengkol yang dipadukan dengan daun pucuk ubi atau daun singkong serta telur merupakan salah satu sajian tradisional yang populer di ranah Minang, Sumatera Barat. Hidangan ini dikenal dengan kuah santan kental berbumbu rempah seperti kunyit, lengkuas, serai, cabai, dan daun jeruk yang dimasak perlahan hingga meresap.

Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, gulai menjadi teknik memasak utama yang diwariskan turun-temurun dan sering hadir dalam acara keluarga maupun rumah makan Padang. Secara historis, gulai berkembang dari tradisi kuliner masyarakat Melayu yang kemudian diperkaya dengan rempah-rempah Nusantara dan pengaruh perdagangan India.

Di wilayah Sumatera Barat, gulai menjadi bagian penting dari identitas kuliner Minang. Variasi isinya beragam, mulai dari daging, ikan, hingga bahan nabati seperti jengkol dan daun singkong. Penggunaan bahan lokal seperti pucuk ubi mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan hasil alam sekitar.

Dikutip dari Komisi Pangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari sisi gizi, jengkol mengandung protein nabati, serat, kalsium, fosfor, dan zat besi yang bermanfaat untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang. Meski demikian, konsumsinya perlu dibatasi karena mengandung asam jengkolat yang pada sebagian orang dapat memengaruhi fungsi ginjal.

Daun pucuk ubi atau daun singkong kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, serta folat yang baik untuk daya tahan tubuh dan kesehatan mata. Sementara itu, telur sebagai sumber protein hewani mengandung asam amino esensial, vitamin D, vitamin B12, serta kolin yang berperan penting bagi fungsi otak. Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization juga menganjurkan konsumsi protein dan sayuran hijau secara seimbang untuk mendukung pola makan sehat.

Perpaduan jengkol, daun singkong, dan telur dalam kuah gulai santan menghadirkan kombinasi protein nabati dan hewani, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Meski kaya nutrisi, pengolahan dengan santan sebaiknya tetap memperhatikan porsi agar asupan lemak jenuh tidak berlebihan. Sebagai warisan kuliner Minang, gulai ini bukan hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan nilai gizi dalam satu hidangan tradisional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....