Tips Memilih Takjil Sehat agar Tubuh Tetap Fit
- 18 Feb 2026 16:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang "balas dendam" dengan mengonsumsi aneka takjil manis dan berminyak secara berlebihan. Padahal, pemilihan menu takjil yang salah dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, hingga gangguan pencernaan yang menghambat ibadah di malam hari. Agar tubuh tetap fit selama sebulan penuh, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilah panganan pembuka.
Langkah pertama yang paling krusial adalah memperhatikan urutan asupan yang masuk ke lambung. Mengutip panduan gizi dari Kementerian Kesehatan RI, sangat disarankan untuk berbuka dengan air putih dan buah-buahan segar seperti kurma guna mengembalikan kadar gula darah secara bertahap. Hindari langsung menenggak minuman yang mengandung es dan pemanis buatan secara berlebihan karena dapat memicu kontraksi pada lambung yang masih kosong.
Selain jenis makanannya, porsi juga memegang peranan penting dalam menjaga stamina. Berdasarkan rekomendasi dalam Pedoman Gizi Seimbang yang diterbitkan pemerintah, takjil seharusnya hanya berfungsi sebagai pengganjal perut sementara, bukan pengganti makan besar. Mengonsumsi gorengan yang tinggi lemak trans secara berlebih dapat memperlambat proses pengosongan lambung dan membuat tubuh terasa cepat lelah saat melaksanakan salat tarawih.
Bagi warga yang gemar berburu takjil di pasar kaget, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil (Rhodamin B) pada panganan takjil yang warnanya terlalu mencolok. Pilihlah pedagang yang menjaga kebersihan tempat dan kemasan makanannya agar terhindar dari risiko diare.
| Baca juga: Kreasi Pastri Rumahan Sehat dan Mudah Dibuat |
Alternatif sehat lainnya adalah dengan mengolah takjil sendiri di rumah menggunakan pemanis alami seperti madu atau gula aren dalam jumlah terbatas. Merujuk pada publikasi kesehatan dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, penggunaan santan pada kolak bisa diganti dengan susu rendah lemak atau fiber creme yang lebih ramah bagi jantung serta menjaga kolesterol tetap stabil selama berpuasa.
Keseimbangan antara serat dan cairan juga menjadi kunci agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Selain air mineral, mengonsumsi buah dengan kadar air tinggi seperti semangka atau melon saat berbuka sangat membantu menghidrasi sel-sel tubuh yang kering. Dengan menjaga pola makan yang benar sejak waktu takjil, metabolisme tubuh akan tetap terjaga optimal hingga waktu sahur tiba.
Konsistensi dalam memilih menu sehat adalah investasi bagi kesehatan jangka panjang. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk memperbaiki pola makan, sehingga kemenangan di hari raya nanti dapat dirayakan dengan kondisi fisik yang prima dan penuh energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....