Es Serut Legenda
- 06 Feb 2026 22:04 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Es serut dulu jadi primadona di siang hari yang terik. Dengan serutan es halus, sirup warna-warni, dan tambahan kacang atau potongan buah, jajanan ini pernah merajai sudut-sudut kampung sampai depan sekolah.
Tapi sekarang, keberadaannya makin jarang terlihat. Banyak anak muda bahkan sudah asing dengan rasa segarnya. Disadur dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – Warisan Budaya Kuliner Nusantara (kemdikbud.go.id), di beberapa daerah, penjual es serut tradisional tinggal hitungan jari.
Mereka kalah bersaing dengan minuman kekinian yang tampil lebih modern dan viral di media sosial. Padahal, es serut punya cerita panjang sebagai bagian dari budaya jajan rakyat yang murah meriah dan merakyat.
Menurut para pedagang lama, perubahan selera masyarakat jadi penyebab utama. Anak-anak sekarang lebih kenal boba, kopi susu, atau minuman kemasan. Sementara es serut dianggap “jadul”. Padahal, proses pembuatannya masih alami, tanpa mesin rumit, dan bahan-bahannya sederhana.
Bukan cuma soal rasa, es serut juga menyimpan nilai nostalgia. Banyak orang dewasa mengenang masa kecilnya lewat semangkuk es serut. Dari bunyi alat serut manual sampai teriakan khas penjual keliling, semuanya jadi kenangan yang sulit dilupakan. Sayangnya, kenangan itu perlahan ikut memudar.
Beberapa komunitas kuliner mulai berupaya menghidupkan kembali jajanan ini lewat festival makanan tradisional dan konten edukasi. Harapannya, generasi muda bisa kembali melirik es serut sebagai bagian dari warisan kuliner lokal. Dengan sedikit inovasi, es serut masih punya peluang bangkit.
Kalau kita ingin jajanan tradisional tetap hidup, caranya sederhana: beli, kenalkan ke anak-anak, dan ceritakan sejarahnya. Es serut bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga bagian dari identitas kuliner Indonesia yang patut dijaga bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....