Cara Membuat Tempe Oncom Ala Rumahan
- 31 Agt 2025 19:43 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Tempe oncom adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang hingga kini masih digemari banyak orang. Makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nilai gizi karena dibuat melalui proses fermentasi. Oncom biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu oncom merah yang difermentasi dengan Neurospora sitophila, dan oncom hitam yang menggunakan Rhizopus oligosporus, mirip dengan tempe kedelai biasa.
Sebagaimana dikutip dari buku Kimia Pangan dan Gizi, untuk membuat tempe oncom, bahan utamanya adalah ampas kacang kedelai sisa pembuatan tahu atau tempe. Bahan ini kemudian dicuci bersih dan dikukus agar steril dari bakteri lain. Setelah itu, ampas kedelai didinginkan lalu ditaburi dengan ragi oncom (berisi spora kapang khusus). Proses ini sangat penting karena menentukan kualitas oncom yang akan dihasilkan.
Setelah diberi ragi, bahan dimasukkan ke dalam wadah seperti tampah atau plastik berlubang agar ada sirkulasi udara. Oncom kemudian difermentasi selama 2–3 hari di suhu ruangan. Dalam proses ini, kapang akan tumbuh dan menyelimuti permukaan bahan sehingga menghasilkan warna merah atau hitam, tergantung jenis ragi yang digunakan.
Hasil fermentasi ini menghasilkan tempe oncom dengan aroma khas yang gurih. Oncom bisa langsung dimasak menjadi berbagai hidangan, seperti oncom goreng, tumis oncom, pepes oncom, atau bahkan menjadi isian nasi tutug oncom yang populer di Jawa Barat. Selain rasanya enak, makanan ini juga mengandung protein nabati, vitamin, serta serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.
Keunggulan tempe oncom tidak hanya pada rasanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang memanfaatkan bahan sisa. Dengan begitu, oncom merupakan contoh nyata dari praktik kuliner tradisional yang ramah lingkungan dan mendukung konsep pengolahan pangan berkelanjutan.
Hingga kini, pembuatan tempe oncom masih dilakukan secara tradisional di banyak daerah. Namun, beberapa penelitian juga telah mengembangkan teknik fermentasi yang lebih higienis untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa oncom tidak sekadar makanan sederhana, melainkan juga bagian dari kekayaan budaya kuliner Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....