Ceker Ayam, Antara Mitos dan Fakta Kesehatan
- 29 Agt 2025 19:58 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru : Tidak sedikit orang yang gemar menikmati ceker ayam, baik dalam bentuk sop, semur, hingga makanan pedas khas warung kaki lima. Teksturnya yang kenyal dan kaya rasa membuat ceker ayam menjadi menu favorit di berbagai kalangan.
Namun, di balik kelezatannya, muncul perdebatan, apakah ceker ayam sebenarnya menyehatkan atau justru berbahaya bagi tubuh?
Menurut data USDA (United States Department of Agriculture), ceker ayam mengandung protein, kolagen, kalsium, fosfor, serta beberapa mineral penting lainnya. Kolagen dalam ceker ayam bermanfaat untuk kesehatan kulit, sendi, dan menjaga elastisitas jaringan tubuh.
Bahkan, sebuah penelitian dalam Journal of Medicinal Food (2017) menunjukkan bahwa konsumsi kolagen dari sumber hewani dapat membantu mengurangi risiko osteoartritis dan menjaga kesehatan tulang.
Laman alodokter.com juga mencatat bahwa kandungan nutrisi dalam 100 gram ceker ayam matang terkandung sekitar 215 kalori. Selain itu, ceker ayam juga mengandung aneka nutrisi, seperti 19,5 gram protein, 14,5 gram lemak, 90 miligram kalsium, 0,9 miligram zat besi, 30 mikrogram vitamin A (setara 100 IU), dan 85 mikrogram folat atau vitamin B9
Ceker ayam juga mengandung fosfor, selenium, zinc, kolin, vitamin B kompleks, dan vitamin K, serta merupakan sumber gelatin dan kolagen yang baik.
Selain itu, ceker ayam juga rendah lemak bila diolah dengan cara direbus atau dijadikan kaldu, sehingga cukup aman dikonsumsi bagi mereka yang menjaga asupan kalori.
Meski mengandung nutrisi, ceker ayam juga memiliki risiko kesehatan bila dikonsumsi berlebihan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kandungan Purin Tinggi – Purin dapat memicu peningkatan asam urat jika dikonsumsi berlebihan.
2. Kebersihan dan Cara Pengolahan – Bagian ceker ayam rawan terkontaminasi bakteri bila tidak dibersihkan dengan benar.
3. Kolesterol – Meskipun tidak setinggi jeroan, konsumsi berlebihan tetap dapat memengaruhi kadar kolesterol darah.
Hindari mengolah ceker ayam dengan cara digoreng karena dapat menghilangkan nilai nutrisi di dalamnya. Selain itu, ceker ayam goreng juga mengandung lemak trans dan kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan jantung apabila dikonsumsi berlebihan.
Jadi, Sehat atau Tidak? Jawabannya tergantung pada cara pengolahan dan porsinya. Bila dikonsumsi secukupnya dan diolah dengan higienis, ceker ayam justru bisa menjadi sumber kolagen alami yang menyehatkan tulang, kulit, dan persendian. Namun, bila berlebihan, terutama dalam bentuk olahan berminyak atau pedas ekstrem, risiko kesehatan bisa meningkat.
Ceker ayam bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang seimbang, ceker ayam bisa memberikan manfaat gizi. Namun, penting untuk tetap menjaga pola makan sehat secara keseluruhan agar tubuh tetap bugar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....