Kerupuk Jangek, Gurih Khas Minang yang Legendaris

  • 21 Jul 2025 19:40 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Jika Anda berkunjung ke rumah makan khas minang atau rumah makan besar yang berada di Kota Pekanbaru, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi camilan gurih yang satu ini: kerupuk jangek atau kerupuk jangek kuah. Terbuat dari kulit sapi atau kerbau yang diolah secara tradisional, kerupuk jangek telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Minang yang melegenda dan terus digemari hingga kini.

Kerupuk jangek atau yang biasa dikenal sebagai kerupuk kulit, bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan identitas rasa dari ranah Minang. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta aromanya yang khas menjadikannya camilan favorit banyak orang. Tak jarang, kerupuk ini menjadi buah tangan andalan dari Sumatera Barat ke berbagai daerah, termasuk Pekanbaru.

Menurut Desi Marlina, salah seorang pelaku UMKM kerupuk jangek di Pekanbaru, proses pembuatan jangek cukup unik. Kulit sapi atau kerbau terlebih dahulu dibersihkan, direbus, dipotong-potong, kemudian dijemur hingga kering di bawah sinar matahari. Setelah itu, barulah kerupuk digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan renyah.

“Jangek ini tahan lama, bisa sampai berbulan-bulan kalau disimpan di tempat kering. Rasanya tetap gurih meski tanpa bahan pengawet,” jelas Desi, Senin (21/7/2025).

Kerupuk jangek juga sangat cocok dipadukan dengan berbagai jenis masakan khas Minang seperti sate padang, lontong sayur, gulai, dan nasi kapau. Bahkan banyak yang menikmatinya sebagai camilan ringan sambil minum kopi.

Bang Aan, salah satu pemilik rumah makan kapau di Pekanbaru menyebut bahwa pembeli yang makan selalu order kerupuk jangek kuah.

"Tanpa kerupuk jangek kuah, makan kurang lengkap. Begitu selalu yang diucapkan orang-orang yang makan disini. Bahkan pernah sekali ada yang pesan kerupuk jangek kuah sampai berkali kali," ucapnya.

Di Pekanbaru sendiri, permintaan akan kerupuk jangek cukup tinggi, apalagi menjelang hari-hari besar atau acara adat. Banyak masyarakat yang mencari kerupuk ini di pusat oleh-oleh maupun pasar tradisional. Tak hanya orang Minang, masyarakat dari berbagai etnis pun menyukainya.

Dengan tetap mempertahankan cita rasa autentik dan cara pengolahan tradisional, kerupuk jangek membuktikan diri sebagai kuliner warisan yang tak lekang oleh waktu. Dari generasi ke generasi, kerupuk jangek tetap menjadi pilihan utama pecinta rasa gurih dan renyah khas nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....