Asal Usul Sambal: Rasa Pedas yang Menggugah Selera
- 29 Jan 2025 07:23 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Bagi masyarakat Indonesia, sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara. Kehadirannya mampu menggugah selera makan, membuat makanan terasa lebih nikmat. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah panjang sambal hingga menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia?
Mengutip dari laman pergikuliner.com, sejarah sambal berawal dari cabai, bahan utama yang pertama kali dibudidayakan oleh suku Inca, Maya, dan Aztek di Amerika dan Meksiko. Cabai kemudian dibawa ke Eropa oleh Christopher Columbus dan menjadi komoditas dagang yang populer. Dari Eropa, pelaut Portugis membawa cabai ke Indonesia melalui Maluku, tempat rempah-rempah berlimpah.
Meski cabai telah dikenal di Nusantara sejak masa penjajahan Portugis, sambal seperti yang dikenal sekarang baru mulai diciptakan pada era VOC. Kisahnya bermula ketika seorang pelayan VOC mencoba menggugah selera majikannya dengan menghancurkan cabai dan mencampurkannya dengan garam.
Rasa pedas yang unik membuat hidangan itu begitu digemari, bahkan menjadi favorit di kalangan pejabat VOC. Saking berharganya, pelayan yang pandai membuat sambal mendapat penghormatan khusus. Selain itu, jejak sambal juga muncul dalam manuskrip Serat Centhini tahun 1814 yang menyebutkan berbagai jenis sambal seperti sambal kluwak, sambal gocek, dan sambal trancam.
Kini, Indonesia memiliki puluhan jenis sambal khas dengan rasa dan karakteristik yang beragam. Sambal terasi, sambal dabu-dabu, sambal tempoyak, hingga sambal mangga adalah beberapa di antaranya yang menambah warna pada kekayaan kuliner Nusantara. Dengan sejarah panjang dan cita rasa uniknya, sambal bukan hanya pelengkap, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Indonesia yang mendunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....