Mengurangi Resiko Terjadinya Kecemasan RemajaSecara

  • 25 Jun 2024 13:50 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Kecemasan adalah sebuah kondisi yang dapat bervariasi dari yang normal hingga menjadi sebuah gangguan serius. Menurut Hirmaningsih, M.Psi, seorang psikolog sekaligus dosen di UIN Suska Riau, kecemasan yang normal adalah respons alami terhadap situasi yang menimbulkan ketidakpastian atau ancaman kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Contohnya cemas saat macet di jalan, namun akhirnya terbukti tidak berarti karena jalanan lancar juga,” lanjut Bu Hirma saat obrolan Spada Pro 2 Pekanbaru, Selasa (25/6/2024)

Kecemasan yang terus menerus atau mengganggu fungsi sehari-hari seseorang, seperti sulit untuk beraktivitas atau tidur, dalam pandangannya bisa dianggap sebagai gangguan kecemasan yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Kecemasan pada remaja, kata Hirmaningsih, memiliki karakteristik yang khas tergantung pada tahapan perkembangannya. Remaja awal mungkin lebih cenderung merasakan kecemasan terkait perubahan fisik dan hormonal yang dialaminya, seperti tumbuhnya jerawat. Sementara remaja madya sering kali merasa cemas terhadap citra tubuhnya dan pertanyaan mengenai penampilan mereka.

“Bagi remaja akhir, kecemasan lebih terfokus pada masa depan, seperti pilihan karir atau perguruan tinggi yang akan diambil,” jelas Psikolog.

Hirmaningsih menekankan pentingnya memahami perbedaan ini karena situasi dan tekanan yang dihadapi oleh setiap tahap remaja bisa sangat berbeda. Pembahasan mengenai kecemasan juga penting karena dapat membantu individu untuk mengelola perasaan tidak nyaman ini secara efektif. Dengan meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri, seseorang dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan kecemasan yang lebih serius.

“Butuh pendekatan yang tepat pada kecemasan untuk membantu remaja menavigasi masa transisi mereka menuju kedewasaan dengan lebih baik,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....