Mengenal Mahkota Dewa, Tanaman Herbal Asal Papua
- 06 Okt 2026 09:06 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID – Pekanbaru - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan tanaman herbal yang beragam. Sejak dahulu, berbagai tanaman dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Salah satu tanaman yang cukup dikenal adalah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), tanaman yang memiliki buah berwarna merah cerah dan sering ditemukan sebagai tanaman obat keluarga.
Dikutip dari laman halodoc.com, bukan hanya memiliki bentuk buah yang menarik, mahkota dewa juga memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan pengobatan tradisional. Tanaman ini kerap dikaitkan dengan berbagai khasiat, terutama karena kandungan senyawa bioaktif yang terdapat di dalam buah dan bagian tanaman lainnya.
Mahkota dewa merupakan tanaman yang berasal dari wilayah Papua dan kemudian banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil dengan tinggi beberapa meter.
Ciri yang paling mudah dikenali adalah buahnya. Buah mahkota dewa berbentuk bulat dengan ukuran yang relatif kecil. Ketika matang, kulit buahnya berubah menjadi warna merah mengilap sehingga tampak mencolok.
Menariknya, buah mahkota dewa tidak dapat dikonsumsi sembarangan. Bagian bijinya diketahui mengandung senyawa yang dapat bersifat toksik. Karena itu, pemanfaatan mahkota dewa secara tradisional biasanya dilakukan dengan pengolahan tertentu dan tidak dianjurkan dikonsumsi mentah dalam jumlah berlebihan.
Nama "mahkota dewa" terdengar unik dan memiliki kesan istimewa. Sebutan tersebut tidak terlepas dari penampilan buahnya yang dianggap menarik dan memiliki nilai tersendiri dalam budaya pengobatan tradisional masyarakat.
Di sejumlah daerah, tanaman ini bahkan dahulu dianggap sebagai tanaman yang memiliki nilai khusus dan tidak selalu digunakan sembarangan. Seiring berkembangnya pengetahuan mengenai tanaman herbal, mahkota dewa kemudian semakin dikenal masyarakat luas sebagai salah satu tanaman yang berpotensi dimanfaatkan untuk kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....