Bengkoang Kaya Serat dan Vitamin C untuk Kesehatan

  • 30 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bengkoang merupakan salah satu bahan pangan yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Umbi dengan daging berwarna putih dan tekstur renyah ini kerap dikonsumsi secara langsung, dijadikan campuran rujak, salad, maupun berbagai olahan makanan.

Di balik rasanya yang segar, bengkoang juga mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Berdasarkan data komposisi pangan yang dirujuk dari USDA FoodData Central, bengkoang atau jicama mengandung air yang tinggi serta serat, vitamin C, kalium, folat, magnesium dan sejumlah mineral lainnya. Data tersebut menunjukkan bahwa bengkoang termasuk pangan yang relatif rendah kalori dan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Salah satu keunggulan bengkoang adalah kandungan seratnya. Cleveland Clinic menyebut satu cangkir atau sekitar 130 gram bengkoang mentah mengandung sekitar 6,4 gram serat. Serat membantu memperlancar proses pencernaan dengan menambah massa pada feses sehingga dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar.

Bengkoang juga mengandung inulin, yaitu salah satu jenis serat prebiotik. Prebiotik dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Karena itu, konsumsi pangan yang mengandung serat prebiotik dapat mendukung keseimbangan mikrobiota usus sebagai bagian dari pola makan sehat.

Selain serat, bengkoang menjadi salah satu sumber vitamin C. Dalam satu cangkir bengkoang mentah, Cleveland Clinic mencatat sekitar 26,3 miligram vitamin C. Vitamin C berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung sistem kekebalan tubuh serta membantu pembentukan dan perbaikan jaringan.

Kandungan air yang tinggi juga membuat bengkoang terasa menyegarkan ketika dikonsumsi. Cleveland Clinic mencatat bengkoang memiliki sekitar 90 persen kandungan air. Kombinasi air dan serat dapat membantu memberikan rasa kenyang, sehingga bengkoang dapat menjadi salah satu pilihan makanan dalam pola makan yang memperhatikan asupan kalori.

Meski memiliki sejumlah manfaat, konsumsi bengkoang tetap perlu dilakukan secara wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Bagian yang dikonsumsi adalah umbinya setelah dikupas. Daun, batang, dan biji tanaman bengkoang tidak untuk dimakan karena mengandung senyawa yang bersifat toksik.

Dengan kandungan serat, vitamin C, air dan berbagai zat gizi lainnya, bengkoang dapat menjadi salah satu pilihan pangan yang menyegarkan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi sehari-hari. Konsumsinya tetap perlu disertai dengan makanan bergizi lainnya agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat terpenuhi secara seimbang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....