Alasam Dokter Bedah Masuk Mundur saat Operasi

  • 08 Sep 2026 21:48 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah Anda memperhatikan dokter bedah yang masuk ke ruang operasi dengan berjalan mundur? Pemandangan ini mungkin terlihat aneh bagi orang awam. Namun, ada alasan penting di balik kebiasaan tersebut.

Dalam operasi, menjaga kondisi tetap steril merupakan bagian penting untuk mengurangi risiko kontaminasi. Setelah melakukan cuci tangan bedah atau surgical scrub, tenaga bedah harus menjaga tangan dan bagian pakaian yang sudah steril agar tidak menyentuh permukaan yang kotor.

Pada beberapa prosedur, berjalan mundur ketika melewati pintu ruang operasi menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kondisi tersebut. Sebagaimana dikutip dari World Health Organization (WHO), General Surgery: Basic Principles and Techniques membahas surgical scrub, penggunaan gaun dan sarung tangan steril, serta pengendalian lingkungan ruang operasi.

Sebelum memasuki ruang operasi, dokter dan anggota tim bedah menjalani sejumlah persiapan. Tangan dibersihkan melalui prosedur khusus, kemudian dokter mengenakan pakaian operasi, gaun steril, dan sarung tangan sesuai prosedur.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa setelah melakukan surgical hand scrub, anggota tim operasi perlu mengenakan gaun dan sarung tangan steril. Tujuannya adalah membantu menciptakan penghalang antara tubuh tenaga kesehatan dan lingkungan operasi.

Lalu, mengapa harus berjalan mundur? Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi kemungkinan bagian depan tubuh atau tangan yang sudah steril menyentuh pintu maupun permukaan yang tidak steril. Dalam sebuah penelitian mengenai praktik di ruang operasi di Indonesia, prosedur masuk melalui pintu operasi dengan langkah mundur dilakukan setelah proses cuci tangan bedah.

Tangan juga harus tetap berada dalam posisi yang dapat dilihat dan dijaga agar tidak menyentuh permukaan yang tidak bersih. Jadi, gerakan mundur tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan teknik aseptik dalam kondisi tertentu.

Menjaga sterilitas di ruang operasi memang membutuhkan banyak aturan kecil yang harus dilakukan dengan disiplin. Bahkan, jumlah orang yang keluar-masuk ruang operasi juga perlu dibatasi. WHO merekomendasikan agar pintu ruang operasi tetap tertutup kecuali diperlukan untuk keluar-masuk pasien, petugas, atau peralatan.

Gerakan dan kebiasaan tenaga medis di ruang operasi pada dasarnya diarahkan untuk meminimalkan peluang terjadinya kontaminasi. Karena itu, setiap langkah sebelum dan selama operasi memiliki tujuan untuk menjaga keselamatan pasien.

Jadi, jika suatu saat melihat dokter bedah masuk ke ruang operasi dengan berjalan mundur, tidak perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh. Gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari teknik menjaga area steril, terutama setelah dokter melakukan persiapan bedah dan perlu menghindari kontak dengan permukaan yang tidak steril.

Namun, penting diketahui bahwa tidak semua rumah sakit atau dokter bedah menerapkan cara masuk seperti ini karena prosedur dapat berbeda sesuai fasilitas dan aturan setempat. Di balik gerakan sederhana tersebut, ada satu tujuan utama, yaitu menjaga lingkungan operasi tetap aman dan membantu melindungi pasien dari risiko infeksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....