Penyebab Mata Berkedut

  • 08 Sep 2026 21:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah kelopak mata tiba-tiba bergerak sendiri? Kedutannya terasa kecil, seperti ada getaran halus yang muncul beberapa detik lalu menghilang. Kadang terjadi ketika sedang bekerja, membaca, atau menatap layar ponsel.

Kondisi seperti ini memang bisa membuat seseorang bertanya-tanya, apakah ada sesuatu yang salah dengan matanya? Kedutan pada kelopak mata dapat terjadi karena berbagai keadaan, dan jika hanya muncul sesekali tanpa keluhan lain, tidak selalu berarti ada masalah serius. Namun, kebiasaan sehari-hari tetap perlu diperhatikan.

Salah satu hal yang sering membuat mata tidak nyaman adalah terlalu lama menatap layar. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa ketika seseorang fokus pada layar digital, frekuensi berkedip dapat berkurang.

Akibatnya, mata lebih mudah mengalami kekeringan dan kelelahan. Kemenkes juga menyarankan aturan 20-20-20, yaitu setelah menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi ketegangan mata.

Selain penggunaan layar, tubuh juga membutuhkan istirahat yang cukup. Mata yang terus dipakai untuk bekerja tanpa jeda dapat terasa berat, kering, atau tidak nyaman. Karena itu, ketika kelopak mata mulai berkedut sesekali, jangan langsung menganggapnya sebagai pertanda buruk.

Cobalah berhenti sejenak dari layar, berkedip dengan lebih sadar, dan memberikan kesempatan kepada mata untuk beristirahat. Menjaga kelembapan mata juga penting karena lapisan air mata membantu melindungi permukaan mata.

Meski begitu, ada keadaan yang tidak boleh diabaikan. Kementerian Kesehatan mencatat kelopak mata berkedut dapat muncul sebagai salah satu gejala pada kondisi tertentu, seperti Bell's palsy, terutama jika disertai perubahan pada salah satu sisi wajah.

Bell's palsy dapat menyebabkan wajah tampak melorot dan seseorang mengalami kesulitan tersenyum atau menutup mata. Karena itu, jika kedutan tidak lagi sekadar sesekali tetapi disertai kelemahan atau perubahan pada wajah, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Satu kedutan kecil pada kelopak mata tidak perlu langsung membuat kita takut. Namun, tubuh tetap memiliki cara sendiri untuk mengingatkan kita agar lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Kurangi waktu menatap layar tanpa jeda, lebih sering berkedip, dan berikan mata waktu untuk beristirahat.

Jika muncul keluhan lain seperti mata merah, nyeri, penglihatan buram, atau perubahan pada wajah, jangan menunggu terlalu lama untuk memeriksakannya. Bisa jadi, kedutan kecil itu bukan sekadar gerakan biasa, melainkan pengingat sederhana bahwa mata juga membutuhkan istirahat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....