Pentingnya Menggunakan Masker saat Kabut Asap Karhutla

  • 24 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabut asap pekat yang kerap timbul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan. Partikel polutan mikroskopis yang melayang di udara bebas dapat dengan mudah terhirup dan memicu berbagai gangguan kesehatan kronis jika seseorang beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai.

Bahaya utama dari asap kebakaran hutan terletak pada kandungan partikel halus berukuran sangat kecil atau yang dikenal sebagai PM2,5. Ukurannya yang kasat mata membuat partikel ini mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru, sehingga berisiko tinggi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, hingga peradangan pada jaringan paru.

Oleh karena itu, penggunaan masker berfiltrasi tinggi menjadi langkah proteksi awal yang sangat krusial untuk meminimalisir paparan zat berbahaya tersebut. Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan untuk menggunakan masker yang memiliki kemampuan saring optimal seperti jenis N95, KN95, atau KF94 saat harus beraktivitas di luar rumah.

Namun, memiliki masker berkualitas tinggi saja tidak cukup jika tidak didukung oleh teknik pemakaian yang benar. Masker wajib dipasang secara rapat menutupi area hidung, mulut, hingga dagu tanpa menyisakan celah terbuka di bagian samping, agar udara luar yang kaya polutan tidak langsung masuk melalui sela-sela wajah.

Selain itu, penting untuk memperhatikan batas waktu pemakaian masker pelindung agar efektivitas filtrasinya tetap terjaga dengan baik. Sebagai contoh, masker jenis N95 sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari delapan jam, dan harus segera diganti dengan yang baru apabila sudah kotor, rusak, atau terasa basah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....