Pentingnya Komunikasi antara Orang Tua dan Anak di Era Digital

  • 23 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk di dalam keluarga. Saat ini, anak-anak semakin dekat dengan smartphone, internet, media sosial, gim, dan berbagai platform digital. Teknologi memberikan banyak manfaat, seperti membantu anak belajar dan berkomunikasi, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan.

Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi semakin penting agar teknologi dapat digunakan secara sehat dan aman. UNICEF menyebutkan dunia digital memberikan peluang bagi anak untuk belajar dan terhubung dengan orang lain, tetapi juga memiliki risiko seperti konten berbahaya dan masalah privasi.

Komunikasi yang baik membantu orang tua memahami kehidupan anak di dunia nyata maupun dunia digital. Anak mungkin mengalami berbagai hal ketika menggunakan internet, seperti menemukan informasi yang membingungkan, menerima komentar yang tidak menyenangkan, atau berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal.

Jika hubungan antara orang tua dan anak terbuka, anak akan lebih mudah menceritakan pengalaman tersebut tanpa merasa takut dihakimi. UNICEF dalam laporan tentang pengasuhan di era digital menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan berbasis kepercayaan antara orang tua dan anak.

Namun, komunikasi bukan berarti orang tua harus selalu melarang anak menggunakan teknologi. Pendekatan yang terlalu keras atau penuh hukuman justru dapat membuat anak semakin tertutup.

Orang tua sebaiknya mencoba memahami apa yang dilakukan anak di internet, aplikasi apa yang digunakan, serta alasan anak tertarik pada aktivitas tersebut. Dengan memahami kebiasaan digital anak, orang tua dapat memberikan arahan yang lebih tepat tanpa membuat anak merasa bahwa mereka sedang diawasi secara berlebihan.

Orang tua juga perlu meningkatkan pengetahuan tentang teknologi. Tidak sedikit anak yang lebih cepat memahami aplikasi dan fitur digital dibandingkan orang tuanya.

Perbedaan pengetahuan tersebut terkadang membuat orang tua merasa kesulitan untuk memberikan arahan. UNICEF menilai peningkatan literasi digital orang tua dapat membantu mereka menjadi lebih percaya diri dalam mendampingi anak dan membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Selain membicarakan keamanan internet, orang tua perlu menyediakan waktu untuk berbicara mengenai kehidupan sehari-hari anak. Percakapan sederhana seperti menanyakan bagaimana sekolah, siapa teman-temannya, atau apa yang membuatnya senang dan sedih dapat memperkuat hubungan keluarga.

Ketika anak terbiasa didengarkan, mereka akan lebih mungkin datang kepada orang tua ketika menghadapi masalah. Hubungan yang hangat antara orang tua dan anak juga menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pedoman pengasuhan berbasis bukti dari World Health Organization (WHO).

Di era digital, orang tua juga perlu mengajarkan anak mengenai privasi dan tanggung jawab saat menggunakan internet. Anak perlu memahami bahwa tidak semua informasi pribadi boleh dibagikan secara online.

Hal ini termasuk alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, rutinitas sehari-hari, maupun foto pribadi. UNICEF Indonesia juga mengingatkan orang tua mengenai pentingnya melindungi privasi anak dalam penggunaan media sosial, termasuk ketika orang tua membagikan foto atau cerita tentang anak mereka.

Komunikasi juga menjadi semakin penting karena anak kini berhadapan dengan teknologi yang berkembang sangat cepat, termasuk kecerdasan buatan atau AI. Anak dapat menemukan chatbot, aplikasi pembelajaran berbasis AI, dan berbagai fitur otomatis dalam kehidupan sehari-hari. UNICEF menyarankan agar orang tua membicarakan AI dengan anak secara terbuka dan sesuai usia, termasuk membantu mereka memahami bahwa jawaban dari teknologi tidak selalu benar dan penting untuk berpikir kritis.

Pada akhirnya, teknologi bukanlah sesuatu yang harus sepenuhnya ditakuti oleh orang tua. Yang lebih penting adalah bagaimana keluarga menggunakannya dengan bijak.

Orang tua dapat membuat aturan penggunaan perangkat, tetapi aturan tersebut sebaiknya disertai dialog dan contoh yang baik. Anak perlu merasa bahwa orang tua bukan hanya pihak yang memberikan larangan, melainkan tempat yang aman untuk bertanya, bercerita, dan meminta bantuan ketika menghadapi masalah di dunia digital.

Komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh kepercayaan merupakan salah satu bekal penting bagi anak di era digital. Ketika orang tua mau mendengarkan dan belajar memahami dunia digital bersama anak, teknologi dapat menjadi sarana untuk belajar dan mempererat hubungan keluarga, bukan justru menjadi penghalang. Dengan demikian, keluarga dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman sekaligus membantu anak tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bertanggung jawab, dan kritis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....