Behel Dilepas, Kenapa Masih Harus Pakai Retainer?
- 21 Agt 2026 12:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sensasi lepas behel setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun menjalani perawatan ortodonti tentu membawa rasa lega dan puas. Melihat susunan gigi rapi dan senyum yang kian percaya diri sering kali membuat pasien merasa proses perawatan telah selesai sepenuhnya. Namun, dokter gigi biasanya akan langsung memberikan alat baru bernama retainer (penahan gigi) untuk dipakai secara rutin.
Penggunaan retainer pasca-pemasangan behel bukanlah sekadar formalitas, melainkan tahap paling krusial yang menentukan keberhasilan perawatan. Berdasarkan publikasi edukasi kesehatan dari Siloam Hospitals, retainer berfungsi menahan struktur gigi yang baru dirapikan agar tidak kembali bergeser (relapse). Tanpa adanya penahan, susunan gigi memiliki kecenderungan alami untuk perlahan kembali ke posisi awal sebelum dibehel.
Alasan medis utama perlunya retainer terletak pada proses adaptasi jaringan pendukung di dalam mulut. Publikasi dari Damessa Family Dental Care menjelaskan bahwa saat kawat gigi dilepas, tulang rahang, gusi, serta ligamen periodontal di sekitar gigi masih membutuhkan waktu untuk mengeras dan menyesuaikan diri dengan posisi baru. Retainer hadir memberi ruang dan waktu stabilisasi bagi jaringan pendukung tersebut.
Di samping itu, pergerakan gigi juga dipengaruhi oleh faktor usia dan kebiasaan sehari-hari. Riset dan panduan medis dari American Association of Orthodontists (AAO) menyebutkan bahwa struktur gigi manusia secara alami akan terus mengalami pergeseran seiring bertambahnya usia (natural physiological drift). Dorongan lidah saat menelan, tekanan saat mengunyah, hingga kebiasaan menggerakkan atau menggertakkan gigi (bruxism) dapat mempercepat perubahan posisi gigi jika tidak ditahan oleh retainer.
Kedisiplinan dalam memakai retainer sangat menentukan hasil akhir, terutama pada bulan-bulan pertama setelah lepas behel. Laporan medis dari Halodoc mencatat bahwa pada 3 hingga 6 bulan pertama, retainer jenis lepasan (removable) umumnya wajib digunakan sekitar 20 hingga 22 jam sehari, dan hanya dilepas saat makan serta menyikat gigi. Setelah masa adaptasi tulang dinilai stabil oleh dokter, frekuensi pemakaian biasanya dapat dikurangi menjadi hanya pada malam hari saat tidur.
Saat ini, masyarakat dapat memilih dua jenis retainer sesuai rekomendasi dokter spesialis ortodonti, yaitu retainer lepasan (hawley atau plastik transparan) dan retainer permanen (fixed retainer) berupa kawat tipis yang ditempel di belakang gigi. Retainer lepasan unggul karena mudah dibersihkan, sementara retainer permanen sangat cocok bagi mereka yang khawatir lupa atau sering kehilangan alat penahan.
Mengingat investasi biaya dan waktu yang dikeluarkan selama pemakaian behel tidaklah sedikit, memakai retainer secara konsisten adalah kunci utama menjaga senyum rapi bertahan seumur hidup. Mengabaikan instruksi pemakaian retainer hanya akan memperbesar risiko gigi kembali berantakan, yang pada akhirnya dapat merusak hasil perawatan ortodonti yang telah diupayakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....