Larvasidasi Massal Digelar Serentak, Meranti Perkuat Pencegahan DBD

  • 24 Jul 2026 12:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Melalui instruksi Dinas Kesehatan setempat, seluruh UPT Puskesmas diminta melaksanakan Gerakan Larvasidasi Massal secara serentak pada pekan keempat hingga kelima Juli 2026 sebagai upaya menekan perkembangan nyamuk penyebab DBD.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Program ini juga dipadukan dengan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemeriksaan jentik secara berkala, serta penyuluhan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Salah satu pelaksanaan gerakan berlangsung di Gedung Hambali Centre, Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam mencegah penyebaran DBD.

Kepala UPT Puskesmas Pulau Merbau, dr. Puji Tri Handayani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum gerakan dilaksanakan. "Koordinasi telah kami lakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, bidan desa juga kami bekali bubuk Abate untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD," ujarnya.

Menurut dr. Puji, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekitar tempat tinggal.

Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, mengapresiasi langkah cepat UPT Puskesmas Pulau Merbau dalam menggerakkan masyarakat mencegah DBD.

"Puskesmas telah menyediakan bubuk larvasida dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun keberhasilan pencegahan sangat ditentukan oleh kepedulian seluruh warga. Gerakan ini akan memberikan dampak apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing," katanya.

Ia mengajak seluruh kepala desa, RT/RW, kader kesehatan, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui kegiatan PSN 3M Plus serta memanfaatkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. Dengan langkah tersebut, diharapkan lingkungan tetap bersih dan angka kasus DBD di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....