Tanda-Tanda Gigi Tidak Sehat yang Jangan Diabaikan

  • 21 Jul 2026 20:10 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesehatan gigi dan mulut sering kali baru mendapat perhatian saat rasa sakit hebat mulai menyerang. Padahal, tubuh biasanya sudah memberikan sinyal awal bahwa ada masalah pada rongga mulut. Mengabaikan tanda-tanda kecil ini justru berisiko memicu kerusakan parah yang membutuhkan perawatan medis lebih rumit.

Salah satu sinyal awal yang paling sering dianggap sepele adalah gusi berdarah saat menyikat gigi. Banyak orang mengira kondisi ini terjadi sekadar akibat tekanan sikat gigi. Padahal, menurut penjelasan medis dari National Health Service (NHS) Inggris, gusi berdarah merupakan indikator utama peradangan gusi (gingivitis) akibat penumpukan plak bakteri yang berpotensi merusak jaringan penyangga gigi jika tidak dibersihkan.

Sinyal lain yang sering muncul adalah rasa ngilu mendadak saat menikmati makanan atau minuman dingin, panas, maupun manis. Sensitivitas tajam ini menandakan bahwa lapisan pelindung gigi mulai terkikis. Berdasarkan penelitian yang dirilis oleh American Dental Association (ADA), rasa ngilu tersebut terjadi karena lapisan dentin bagian dalam telah terbuka, sehingga rangsangan suhu langsung mengenai saraf gigi.

Bau mulut yang tidak kunjung hilang (halitosis) meski sudah rajin membersihkan gigi juga tidak boleh diabaikan. Para pakar kesehatan dari Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menegaskan bahwa aroma tak sedap yang membandel biasanya disebabkan oleh penumpukan bakteri pada lubang gigi yang tersembunyi atau adanya infeksi di sela-sela gusi.

Perubahan warna pada permukaan gigi dan gusi juga patut diwaspadai. Bercak kecokelatan atau kehitaman menjadi penanda awal proses pembentukan karang gigi dan pembusukan struktur gigi. Sementara itu, gusi sehat seharusnya berwarna merah muda terang; jika gusi tampak merah tua, bengkak, atau lunak saat tersentuh, itu menandakan adanya peradangan aktif.

Dampak dari infeksi rongga mulut ternyata tidak berhenti di area mulut saja. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) mencatat bahwa bakteri dari infeksi gigi dan gusi dapat masuk ke dalam aliran darah dan berkontribusi meningkatkan risiko masalah kesehatan sistemik, seperti penyakit jantung hingga komplikasi diabetes.

Mengenali berbagai sinyal ini sejak dini sangat penting untuk mencegah tindakan pencabutan gigi di kemudian hari. Selain menjaga kebersihan mulut harian, melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga senyum tetap sehat dan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....