Kenali Penyakit Paru-Paru Popcorn, Gangguan Langka yang Dikaitkan dengan Vaping
- 17 Jul 2026 17:12 WIB
- Pekanbaru
Poin Utama
- Kenali Penyakit Paru-Paru Popcorn, Gangguan Langka yang Dikaitkan dengan Vaping
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah Anda melihat dampak dari penggunaan vape atau rokok elektrik? Meski kerap dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, penggunaan vape ternyata tetap menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan. Salah satunya adalah penyakit paru-paru popcorn (bronchiolitis obliterans), kondisi langka yang dapat merusak saluran napas kecil di paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan yang serius.
Dikutip dari laman Harvard Medical School, penyakit paru-paru popcorn atau bronchiolitis obliterans merupakan gangguan paru-paru langka yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas kecil akibat terbentuknya jaringan parut. Meski namanya terdengar unik, kondisi ini bukan disebabkan oleh mengonsumsi popcorn, melainkan pertama kali ditemukan pada pekerja pabrik popcorn microwave yang menghirup zat kimia perasa mentega bernama diasetil.
Pada kondisi ini, saluran udara kecil di paru-paru atau bronkiolus mengalami peradangan. Proses penyembuhan yang tidak normal dapat membentuk jaringan parut sehingga aliran udara menjadi terhambat. Jika terus berkembang tanpa penanganan, penyakit ini berisiko menyebabkan gangguan pernapasan hingga gagal napas.
Selain paparan diasetil, penyakit paru-paru popcorn juga dapat dipicu oleh paparan bahan kimia berbahaya lain seperti klorin dan formaldehida, infeksi saluran pernapasan yang berat, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, hingga komplikasi setelah transplantasi paru-paru.
Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini juga mulai dikaitkan dengan penggunaan rokok elektrik atau vaping. Hal ini karena sebagian cairan rokok elektrik beraroma diketahui mengandung diasetil. Saat cairan dipanaskan, zat tersebut berubah menjadi aerosol yang kemudian dihirup langsung ke dalam paru-paru.
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan rokok elektrik dan meningkatnya risiko gangguan paru-paru, termasuk bronkiolitis yang menjadi ciri penyakit paru-paru popcorn. Selain itu, pada 2019 hingga 2020 juga dilaporkan ribuan kasus cedera paru akibat penggunaan rokok elektrik atau vaping (EVALI). Meski jumlah kasusnya telah menurun, para ahli menilai risiko kesehatan akibat vaping masih tetap perlu diwaspadai.
| Baca juga: Sepuluh Manfaat Edamame untuk kesehatan |
American Lung Association bahkan menyebut penyakit paru-paru popcorn sebagai salah satu risiko serius dari penggunaan rokok elektrik beraroma. Selain diasetil, rokok elektrik juga dapat mengandung berbagai bahan kimia berbahaya dan partikel ultrahalus yang mampu masuk jauh ke dalam jaringan paru-paru.
Gejala penyakit paru-paru popcorn umumnya berkembang secara perlahan. Penderitanya dapat mengalami sesak napas, batuk yang tidak berkaitan dengan flu atau asma, serta bunyi mengi saat bernapas. Keluhan biasanya semakin memburuk ketika melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Karena gejalanya menyerupai penyakit paru lainnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dapat meliputi wawancara mengenai riwayat kesehatan dan kebiasaan merokok atau vaping, pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop, foto rontgen dada, CT scan, hingga tes fungsi paru. Pada kondisi tertentu, biopsi paru-paru juga dapat dilakukan untuk memastikan penyebab kerusakan jaringan.
Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit paru-paru popcorn sepenuhnya. Namun, pengobatan dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi gejala. Penanganan biasanya meliputi pemberian kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, obat hirup seperti albuterol untuk melebarkan saluran napas, terapi oksigen bila diperlukan, serta antibiotik jika terdapat infeksi. Pada kasus yang sangat berat, transplantasi paru-paru dapat menjadi pilihan terakhir.
Para ahli menekankan pentingnya deteksi dini agar kerusakan paru tidak semakin parah. Bagi seseorang yang bekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia berbahaya maupun pengguna rokok elektrik, mengurangi atau menghentikan paparan merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit paru-paru popcorn.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....