Mengenal Bawang Putih, Rempah Dapur yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan

  • 28 Jun 2026 08:29 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bawang putih menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Selain memberikan aroma dan cita rasa yang khas, tanaman ini juga telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional karena kandungan senyawa aktif di dalamnya.

Dikutip dari laman agrotek.id bawang putih memiliki nama Allium sativum L. dan termasuk kerabat dekat bawang merah. Para ahli meyakini tanaman ini berasal dari wilayah Rusia sebelum kemudian menyebar ke Asia, kawasan Mediterania, hingga Eropa. Catatan sejarah menunjukkan bawang putih telah digunakan sebagai obat di India sejak sekitar abad ke-6 Sebelum Masehi, sementara masyarakat Tiongkok telah memanfaatkannya lebih dari 2.000 tahun lalu.

Bawang putih dikenal mengandung berbagai senyawa sulfur yang memberikan aroma khas serta rasa pedas dan sedikit getir ketika dikonsumsi mentah. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa bawang putih berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung, membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol, serta meredakan gejala batuk dan demam. Namun, konsumsinya secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan bau mulut yang menyengat.

Tanaman bawang putih memiliki sistem akar serabut yang tumbuh dari pangkal umbi berbentuk cakram. Akarnya relatif pendek dan tidak menembus tanah terlalu dalam sehingga tanaman cukup rentan terhadap angin kencang maupun genangan air.

Bagian yang paling dikenal adalah umbinya yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 4 hingga 6 sentimeter. Dalam satu umbi biasanya terdapat 8 hingga 20 siung yang tersusun rapat dan dibungkus beberapa lapisan kulit tipis berwarna putih. Masing-masing siung juga memiliki selaput pelindung yang mudah dikupas.

Batang bawang putih sebenarnya merupakan batang semu yang terbentuk dari pelepah daun. Batangnya tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 hingga 70 sentimeter dan berfungsi mengangkut air, unsur hara, serta hasil fotosintesis ke seluruh bagian tanaman.

Sementara itu, daunnya berbentuk pita memanjang dengan ujung runcing dan permukaan pipih. Daun muda berwarna hijau, kemudian perlahan memucat seiring bertambahnya usia tanaman. Seperti tumbuhan hijau lainnya, daun menjadi tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

Bawang putih juga menghasilkan bunga majemuk yang tumbuh pada tangkai panjang. Mahkota bunganya terdiri atas enam helai berwarna putih hingga putih kehijauan. Meski demikian, bunga bawang putih tidak selalu terlihat karena pada beberapa kondisi dapat gugur sebelum berkembang sempurna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....