Beda Sunblock dan Sunscreen, Jangan Sampai Salah Pilih
- 19 Jun 2026 11:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Masih banyak orang yang menganggap sunblock dan sunscreen adalah produk yang sama. Padahal, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) matahari. Memahami perbedaan ini penting agar perlindungan kulit menjadi lebih optimal sesuai kebutuhan masing-masing.
Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, munculnya flek hitam, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, penggunaan pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan menjadi bagian penting dari perawatan kesehatan kulit.
Menyadur laman FDA, Cleveland Clinic, Healthline, secara umum, sunscreen atau tabir surya kimia bekerja dengan menyerap sinar UV sebelum merusak lapisan kulit. Produk ini mengandung bahan aktif seperti avobenzone, oxybenzone, octinoxate, atau octocrylene yang membantu mengurangi dampak sinar matahari pada kulit. Karena teksturnya ringan dan mudah meresap, sunscreen banyak dipilih untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, sunblock atau yang kini lebih dikenal sebagai mineral sunscreen bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Kandungan utama seperti zinc oxide dan titanium dioxide membantu memantulkan serta menghalangi sebagian besar radiasi UV sebelum mengenai kulit. Produk jenis ini biasanya lebih cocok untuk pemilik kulit sensitif karena risiko iritasinya relatif lebih rendah.
Dari segi tampilan, sunscreen umumnya terasa lebih ringan dan tidak meninggalkan bekas putih pada kulit. Sebaliknya, sunblock cenderung lebih kental dan dapat meninggalkan efek white cast atau lapisan putih, terutama pada warna kulit yang lebih gelap. Namun, banyak produk mineral modern kini telah diformulasikan agar lebih nyaman digunakan.
Lalu, mana yang lebih baik? Para ahli dermatologi menegaskan bahwa keduanya sama-sama efektif selama digunakan dengan benar. Yang terpenting adalah memilih produk berlabel broad spectrum, memiliki SPF minimal 30, serta digunakan dalam jumlah yang cukup dan diulang setiap dua jam saat berada di bawah sinar matahari.
Bagi pemilik kulit sensitif, anak-anak, atau mereka yang mudah mengalami kemerahan, sunblock berbahan zinc oxide dan titanium dioxide sering menjadi pilihan yang lebih nyaman. Sementara bagi yang menginginkan tekstur ringan untuk aktivitas harian, sunscreen kimia dapat menjadi alternatif yang praktis.
Pada akhirnya, tidak ada pelindung kulit yang mampu memberikan perlindungan 100 persen dari sinar matahari. Karena itu, penggunaan sunscreen atau sunblock sebaiknya disertai langkah perlindungan lain seperti memakai topi, kacamata hitam, pakaian tertutup, serta menghindari paparan matahari berlebihan pada jam-jam terik.
Yang perlu diingat, pelindung kulit terbaik bukanlah yang paling mahal, melainkan yang digunakan secara rutin setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....