Ramuan Herbal Pendamping untuk Membantu Pemulihan Pasien Demam Berdarah

  • 02 Jun 2026 11:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan hingga saat ini belum ada obat herbal yang terbukti dapat menyembuhkan atau membunuh virus dengue secara langsung. Penanganan utama DBD adalah istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, serta pemantauan medis secara berkala.

Beberapa bahan herbal dan buah-buahan dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama masa pemulihan. Dikutip dari Kementrian Kesehatan RI, salah satu ramuan yang sering digunakan masyarakat adalah jus jambu biji merah. Bahan yang diperlukan yaitu 2 buah jambu biji merah matang (sekitar 200 gram), 200 ml air matang, dan 1 sendok makan madu (opsional).

Jambu dicuci bersih, dipotong kecil-kecil, lalu diblender bersama air hingga halus. Setelah disaring, jus dapat diminum 2 kali sehari, masing-masing satu gelas pagi dan sore. Meski demikian, jus jambu biji sebaiknya dipandang sebagai sumber cairan dan nutrisi, bukan sebagai obat utama DBD.

Selain jus jambu, pasien juga dapat mengonsumsi air kelapa muda atau sup hangat sebagai tambahan cairan. Kebutuhan cairan harus dipenuhi secara bertahap sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi yang merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada DBD. Konsumsi makanan bergizi seperti bubur, sayuran, buah-buahan, dan makanan berkuah sangat dianjurkan selama masa pemulihan.

Waktu terbaik mengonsumsi ramuan pendamping ini adalah setelah makan pagi dan sore hari. Pasien juga dianjurkan beristirahat total, menghindari aktivitas berat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan dari hidung atau gusi, atau tubuh tampak sangat lemas.

Selama dalam pengobatan, pasien sebaiknya menghindari minuman beralkohol, rokok, makanan yang terlalu pedas atau berminyak, serta penggunaan obat seperti aspirin dan ibuprofen tanpa anjuran dokter karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Yang paling penting, pengobatan herbal hanya bersifat pendamping dan tidak boleh menggantikan pemeriksaan serta perawatan medis. Pemantauan trombosit, hematokrit, dan kondisi klinis pasien tetap harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....