Persiapan Optimal Menjelang Penyembelihan Hewan Kurban
- 25 Mei 2026 09:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjelang hari raya Idul Adha, persiapan fisik dan mental hewan kurban seperti sapi dan kerbau menjadi kunci utama agar proses penyembelihan berjalan lancar dan sesuai syariat. Hewan yang tidak stres saat disembelih diketahui menghasilkan daging yang lebih berkualitas, higienis, dan terjaga kehalalannya.
Oleh karena itu, peternak atau panitia kurban perlu memastikan hewan berada dalam kondisi tenang serta nyaman sebelum hari penyembelihan tiba. Langkah pertama yang krusial adalah memastikan hewan telah beristirahat dengan cukup dan tidak kelelahan akibat perjalanan atau pengangkutan
Sapi atau kerbau sebaiknya dipuasakan dari pakan padat selama 12-24 jam sebelum disembelih, namun tetap diberikan akses air minum yang bersih. Hal ini bertujuan untuk mengosongkan saluran pencernaan agar proses pengeluaran darah lebih maksimal dan mengurangi risiko kontaminasi feses pada daging saat penyembelihan.
Untuk mencegah hewan stres atau mengamuk, penanganan yang lembut sangatlah diperlukan. Jangan melakukan tindakan kasar seperti memukul atau meneriaki hewan, karena dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu rasa takut berlebih.
Pendekatan yang tenang akan membuat hewan tetap kooperatif saat akan direbahkan atau dimasukkan ke dalam restraining box. Pastikan petugas yang menangani sudah terlatih agar tidak membuat hewan merasa terancam di lingkungan yang baru.
Lingkungan tempat penampungan sementara harus dibuat sedemikian rupa agar hewan tidak terdistraksi atau merasa terancam oleh kehadiran hewan lain yang agresif. Sesuai dengan panduan yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, penanganan hewan yang baik (animal welfare) meliputi penyediaan tempat berteduh, akses air minum, serta pemisahan hewan yang menunjukkan gejala sakit. Penerapan prinsip kesejahteraan hewan ini terbukti efektif dalam meminimalisir stres, sehingga hewan tidak mudah lari atau memberontak saat proses penjatuhan.
Selain itu, pemilihan lokasi penyembelihan harus memperhatikan kebersihan dan ketenangan area sekitar. Pastikan jalur menuju lokasi penyembelihan tidak licin dan bebas dari benda-benda tajam atau suara bising yang memicu kepanikan hewan. Penggunaan tali yang kuat dengan teknik simpul yang benar untuk merebahkan hewan juga harus dipahami oleh seluruh petugas agar posisi hewan tetap stabil dan nyaman saat proses penyembelihan berlangsung.
Sebagai kesimpulan, keberhasilan proses kurban sangat bergantung pada kualitas penanganan sebelum hari H. Dengan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan, memastikan kondisi fisik tetap prima melalui masa istirahat, serta memberikan perlakuan yang tenang, risiko hewan stres atau lepas dapat ditekan seminimal mungkin. Pendekatan ini tidak hanya mempermudah petugas di lapangan, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan manusia terhadap hewan kurban itu sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....