Mengenal Burnout pada Remaja dan Cara Mengatasinya
- 25 Mei 2026 08:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Burnout tidak hanya dialami oleh orang dewasa yang bekerja, tetapi juga mulai banyak dirasakan oleh remaja. Tugas sekolah yang menumpuk, tekanan akademik, aktivitas sosial, hingga tuntutan untuk selalu produktif membuat banyak anak muda merasa lelah secara fisik dan emosional.
Menurut American Psychological Association (APA), burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, mental, dan fisik akibat stres berkepanjangan. Pada remaja, burnout sering muncul dalam bentuk kehilangan motivasi belajar, mudah marah, sulit berkonsentrasi, hingga merasa tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Fenomena ini semakin meningkat di era digital. Banyak remaja merasa harus selalu aktif, berprestasi, dan tampil sempurna di media sosial. Tekanan tersebut membuat mereka sulit memiliki waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan mental.
Psikolog menyebut salah satu cara mengatasi burnout adalah dengan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Remaja perlu belajar mengatur waktu antara sekolah, aktivitas sosial, dan hiburan agar tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Selain itu, penting bagi remaja untuk memiliki kebiasaan hidup sehat seperti tidur cukup, rutin berolahraga, dan membatasi penggunaan media sosial. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai atau melakukan hobi juga dapat membantu mengurangi stres.
Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk membantu remaja menghadapi burnout. Orang tua dan guru perlu memahami bahwa tekanan mental pada remaja adalah hal nyata yang tidak boleh dianggap sepele.
Kesadaran tentang burnout penting untuk ditingkatkan agar remaja mampu menjaga kesehatan mental mereka sejak dini. Dengan kondisi mental yang sehat, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....