Mengenal Lupus “Penyakit Seribu Wajah”

  • 16 Mei 2026 23:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penyakit lupus masih menjadi salah satu penyakit autoimun yang sering terlambat terdeteksi karena gejalanya menyerupai banyak penyakit lain. Kondisi ini membuat lupus dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”.

Founder Sahabat Lupus Pekanbaru sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, dr. Indah Prasetya Putri, M.ked(PD), Sp.PD menjelaskan lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh.

“Jadi lupus itu sebagai penyakit autoimun. Tapi setiap autoimun itu bukan berarti lupus, banyak lagi autoimun lainnya. Nah, karena lupus ini penyakit autoimun dan juga kronis, sering juga disebut sebagai penyakit yang seribu wajah,” ujarnya dalam program Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru di 88,4 FM Pro 2 Pekanbaru, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia mengatakan lupus bukan satu-satunya penyakit autoimun. Namun, masyarakat kerap menganggap semua penyakit autoimun adalah lupus.

"Lupus itu datangnya beragam, gejalanya juga menyerupai penyakit lain, sehingga sukar untuk terdeteksi secara cepat, makanya dengan meningkatnya kesadaran, masyarakat dapat jauh lebih cepat menelali gejala-gejala lupus ini," lanjut dr. Indah.

Menurutnya, lupus lebih sering dialami perempuan usia remaja hingga dewasa aktif. Meski demikian, laki-laki dan anak-anak juga tetap berisiko mengalami penyakit tersebut walau persentasenya lebih kecil.

Gejala awal lupus yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dan bengkak sendi, mudah lelah, demam berulang tanpa sebab jelas, sariawan berulang, rambut rontok berlebihan, hingga sensitif terhadap sinar matahari.

Selain itu, beberapa penderita juga mengalami ruam kemerahan di area pipi yang dikenal sebagai butterfly rash atau mala rash.

“Kalau ada gejala seperti itu jangan langsung mendiagnosis diri sendiri. Tetap harus konsultasi dengan dokter agar bisa dipastikan,” jelasnya.

Ia menambahkan keterlambatan diagnosis lupus dapat berdampak serius karena penyakit tersebut dapat menyerang organ vital seperti ginjal, saraf, hingga otak apabila aktivitas penyakit tergolong berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....