Cyberbullying Jadi Ancaman Serius di Era Digital, Masyarakat Diminta Lebih Bijak

  • 14 Mei 2026 23:06 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal komunikasi. Namun di balik itu, muncul ancaman yang semakin nyata, yakni cyberbullying atau perundungan di dunia maya yang kini semakin marak terjadi.

Dalam obrolan SPADA Pro 2 Pekanbaru dengan topik, “Cyberbullying: Luka yang Tak Terlihat”, bersama Ricca Anggreini Munthe, M.A, Kepala Prodi S1 Psikologi Fakultas Psikologi UIN SUSKA RIAU, Selasa 5 Mei 2026 menjelaskan cyberbullying pada dasarnya tidak berbeda dengan bullying pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada media yang digunakan, yaitu platform digital seperti media sosial, di mana perundungan dilakukan melalui komentar, intimidasi, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.

Fenomena ini semakin berkembang karena adanya kemudahan bagi pelaku untuk menyembunyikan identitas. Dengan menggunakan akun anonim atau palsu, seseorang dapat menyerang orang lain tanpa harus bertanggung jawab secara langsung. Kondisi ini membuat cyberbullying lebih sulit dikendalikan dibandingkan perundungan secara langsung.

Selain itu, perilaku masyarakat di media sosial juga turut memperparah keadaan. Banyak pengguna yang dengan mudah memberikan penilaian hanya berdasarkan potongan informasi yang tidak utuh. Hal ini menyebabkan munculnya opini yang bias dan berujung pada serangan komentar negatif secara massal.

Bahkan, komentar yang dianggap ringan atau sekadar bercanda dapat berubah menjadi bentuk perundungan jika dilakukan secara berulang dan menyasar sisi pribadi seseorang. Situasi ini sering kali tidak disadari oleh pelaku karena menganggap tindakannya sebagai hal biasa.

Dampak dari cyberbullying pun tidak bisa dianggap sepele. Korban dapat mengalami tekanan mental, kecemasan, hingga depresi. Tidak sedikit yang akhirnya memilih untuk menutup akun media sosial demi menjaga kesehatan mental mereka.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap komentar yang dituliskan memiliki konsekuensi dan dapat memengaruhi kondisi psikologis orang lain secara signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....