Tes Tetes Darah atau Heel Prick Test Bayi Baru Lahir
- 12 Mei 2026 08:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tes tetes darah atau Heel Prick Test merupakan prosedur kesehatan penting yang ditawarkan kepada bayi baru lahir. Berdasarkan informasi dari NHS UK, tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kondisi kesehatan langka namun serius yang sering kali tidak menunjukkan gejala fisik saat bayi lahir. Tes ini dilakukan melalui tetesan darah di tumit untuk mendeteksi gangguan tertentu yang dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani sejak dini.
Berdasarkan Diag, Heel Prick Test idealnya dilakukan saat bayi berusia 2 hingga 7 hari, namun pada kelahiran prematur, dapat dilakukan sebelum usia 20 hari. Dalam keadaan khusus, jika bayi memerlukan transfusi darah, sampel darah harus diambil pada usia 30 hari. Tes ini dilakukan dengan menusuk bagian samping tumit bayi menggunakan alat khusus untuk mengambil sedikit sampel darah yang kemudian diteteskan pada kertas saring khusus.
Alat khusus ini bernama lancet, berbentuk kecil dan tajam yang didesain khusus untuk membuat tusukan cepat dan dangkal pada tumit bayi untuk mengambil sampel darah kapiler. Tumit dipilih karena bagian ini memiliki jaringan lemak yang cukup tebal sehingga risiko terkena tulang sangat kecil, sekaligus memudahkan petugas mendapatkan aliran darah yang cukup untuk kebutuhan analisis laboratorium.
Terdapat berbagai kondisi serius yang dapat diidentifikasi melalui skrining ini, di antaranya adalah penyakit sel sabit, fibrosis kistik, dan gangguan metabolisme bawaan. Salah satu fokus utama yang ditekankan oleh KlikDokter adalah deteksi Hipotiroid Kongenital, yaitu kondisi kekurangan hormon tiroid yang jika terlambat ditangani dapat mengakibatkan keterbelakangan mental dan gangguan pertumbuhan fisik yang berat. Dengan hasil tes tersebut, bayi yang terdeteksi memiliki kelainan dapat segera mendapatkan terapi hormon atau pengaturan diet khusus sebelum kerusakan sistem saraf terjadi.
Proses pemberian hasil skrining biasanya memakan waktu beberapa minggu. Orang tua akan dihubungi jika ditemukan indikasi kelainan pada sampel darah bayi. NHS UK menjelaskan bahwa jika bayi teridentifikasi memiliki salah satu kondisi tersebut, tim medis akan segera memberikan rujukan ke dokter spesialis anak agar langkah pengobatan dapat langsung dimulai secara intensif. Tes ulang mungkin diperlukan terkadang dikarenakan sampel pertama kurang jelas sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali untuk akurasi.
Meskipun prosedur ini terlihat menyakitkan, manfaat jangka panjang yang diberikan akan jauh lebih besar. Saat anak menangis karena tes ini, orang tua dapat membantu menenangkan bayi dengan memberikan ASI atau memeluk bayi selama proses pengambilan darah agar bayi merasa aman. Kesadaran untuk melakukan tes ini adalah investasi kesehatan yang cukup penting agar bayi dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....