Dehidrasi Bisa Menjadi Pemicu Batu Ginjal
- 06 Mei 2026 12:53 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Batu ginjal merupakan penyakit . Salah satu penyebab utama yang sering diabaikan adalah dehidrasi kronis. Dehidrasi bekerja layaknya "pembunuh senyap" karena gejalanya tidak selalu muncul secara ekstrem di awal.
Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal tetap harus bekerja menyaring limbah dari darah dengan volume air yang sangat terbatas. Akibatnya, konsentrasi zat kimia dalam urine menjadi sangat pekat, yang menjadi titik awal terbentuknya kristal di dalam sistem urinaria.
Merujuk pada temuan Yohanes Eddy dkk. tahun 2024 dalam CoMPHI Journal, dehidrasi terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan yang keluar melalui keringat demi mengeluarkan panas dari tubuh. Ketika asupan cairan rendah dan paparan panas berlebih, mineral-mineral tersebut tidak dapat larut sepenuhnya dan mulai saling mengikat satu sama lain. Proses ini membentuk kristal padat yang lama-kelamaan akan mengeras dan membesar menjadi batu ginjal, yang dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan nyeri hebat (kolik renal).
Pola hidup modern menjadi faktor pendukung utama meningkatnya risiko batu ginjal di usia produktif. Konsumsi minuman berkafein dan tinggi gula yang masif mengakibatkan hilangnya cairan tubuh dalam waktu singkat, sementara suhu dingin di ruang perkantoran ber-AC sering kali meredam sinyal haus alami tubuh.
| Baca juga: Alasan Mengantuk dan Tertidur saat Bekerja |
Ditambah dengan pola makan tinggi garam dari makanan cepat saji menambah beban kerja ginjal. Tanpa hidrasi yang cukup, kombinasi faktor-faktor ini menciptakan tekanan berat pada fungsi filtrasi ginjal secara berkelanjutan.
Bahaya batu ginjal menyebabkan penyumbatan atau infeksi saluran kemih, jaringan ginjal dapat mengalami kerusakan permanen. Dalam kasus yang lebih berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis yang mengharuskan penderitanya menjalani cuci darah. Oleh karena itu, Halodoc menjelaskan tanda-tanda gejala batu ginjal seperti:
- Perubahan warna urine menjadi kemerahan atau merah muda yang menunjukkan adanya darah dalam urine, urine tampak keruh, dan berbau busuk tidak biasa.
- Nyeri kolik ginjal di punggung bagian bawah atau samping tubuh. Nyerinya dapat bervariasi, kadang muncul sebentar lalu hilang, dan kadang terasa konstan.
- Sering ingin buang air kecil walaupun kandung kemih tidak terisi penuh.
- Kondisi mual serta nyeri yang bisa berkembang menjadi muntah dikarenakan reflek saraf penghubung ginjal dengan saluran pencernaan.
- Demam dan menggigil menjadi tanda adanya infeksi serius saluran kemih atau disebut pielonefritis.
Peningkatan konsumsi air minum merupakan strategi sederhana dan murah untuk pencegahan terbentuknya batu ginjal. Asupan cairan yang tinggi dapat meningkatkan laju aliran urin yang bermanfaat untuk menurunkan supersaturasi kalsium oksalat, kalsium fosfat dan asam urat, sehingga mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
Air putih tetap menjadi media pelarut terbaik untuk memastikan ginjal dapat membilas sisa-metabolisme secara efektif setiap hari. Mengurangi asupan natrium dan menjaga berat badan ideal juga menjadi faktor pendukung yang krusial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....