Tips Memilih Pempek Sehat dan Aman untuk Anak

  • 30 Apr 2026 10:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Memastikan asupan nutrisi si kecil tetap terjaga saat jajan adalah tantangan bagi orang tua, termasuk saat memberikan pempek palembang yang sangat digemari. Secara dasar, pempek merupakan sumber protein yang baik karena berbahan utama ikan, namun aspek keamanan bahan tambahan sering kali menjadi kekhawatiran. Agar manfaat gizinya optimal, orang tua perlu memastikan bahwa pempek yang dikonsumsi bebas dari zat kimia berbahaya dan diolah dengan cara yang benar.

Kunci utama pempek sehat terletak pada kualitas ikan dan jenis tepung yang digunakan sebagai bahan baku. Menurut panduan gizi dari Kementerian Kesehatan RI, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk perkembangan otak anak. Pastikan pempek menggunakan ikan segar seperti tenggiri atau gabus, bukan sekadar perasa ikan buatan. Hindari pempek yang memiliki warna terlalu putih mencolok atau tekstur yang terlalu kenyal (alot), karena ini bisa menjadi indikasi penggunaan pemutih atau bahan pengawet ilegal.

Salah satu ancaman terbesar dalam jajanan tradisional adalah penggunaan boraks atau formalin. Mengutip laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahan tambahan pangan berbahaya ini sering disalahgunakan untuk membuat pempek lebih tahan lama dan kenyal. Untuk anak-anak, paparan zat ini dalam jangka panjang dapat merusak fungsi organ ginjal dan hati. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi orang tua untuk membuat pempek sendiri di rumah atau membeli dari produsen yang sudah memiliki sertifikasi PIRT atau izin edar BPOM.

Selain bahan bakunya, cara penyajian juga sangat menentukan nilai kesehatan pempek bagi anak. Alih-alih menggorengnya dengan minyak yang sudah digunakan berkali-kali (minyak jelantah), cobalah menyajikan pempek rebus atau kukus. Jika anak lebih suka tekstur renyah, gunakan air fryer atau goreng dengan minyak baru dalam suhu yang tepat. Mengurangi penggunaan minyak goreng membantu mencegah asupan lemak jenuh berlebih yang dapat memicu obesitas pada anak sejak dini.

Perhatian khusus juga harus diberikan pada cuko pempek yang biasanya memiliki rasa pedas dan asam yang kuat. Bagi sistem pencernaan anak yang masih sensitif, kandungan cabai dan cuka makan yang tinggi dapat memicu iritasi lambung. Sebagai alternatif sehat, orang tua bisa membuat cuko versi ramah anak dengan mengurangi jumlah cabai dan mengganti cuka kimia dengan bahan alami seperti asam jawa atau perasan jeruk kunci yang lebih lembut di perut.

Terakhir, imbangi konsumsi pempek dengan tambahan sayuran seperti irisan timun segar yang dicuci bersih guna memberikan serat tambahan. Berdasarkan prinsip Isi Piringku dari Kemkes, keseimbangan nutrisi adalah hal mutlak dalam setiap porsi makan. Dengan memilih bahan yang jujur, proses memasak yang bersih, dan membatasi penyedap rasa (MSG) berlebih, pempek bisa menjadi camilan bergizi tinggi yang mendukung pertumbuhan anak tanpa rasa khawatir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....