Bahaya Makan Gorengan Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh
- 30 Apr 2026 10:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Gorengan menjadi salah satu kuliner yang sangat populer karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Namun, di balik kelezatannya, mengonsumsi gorengan secara rutin menyimpan risiko kesehatan yang signifikan.
Masalah utama terletak pada penggunaan minyak goreng yang sering dipanaskan secara berulang-ulang pada suhu tinggi. Proses ini mengubah struktur lemak menjadi lemak trans yang sulit dicerna oleh tubuh serta memicu pembentukan senyawa karsinogenik yang berbahaya dalam jangka panjang.
Menurut laporan dari Harvard School of Public Health, konsumsi makanan yang digoreng secara rutin sangat berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Lemak trans yang terkandung dalam minyak goreng dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Kondisi ini memicu penumpukan plak pada dinding pembuluh darah atau aterosklerosis, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah, hipertensi, hingga serangan jantung mendadak.
Selain masalah kardiovaskular, gorengan juga menjadi faktor utama pemicu obesitas. Makanan yang digoreng menyerap banyak lemak sehingga memiliki kepadatan kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang dikukus atau direbus. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), asupan kalori berlebih dari lemak jenuh merupakan penyebab utama kenaikan berat badan yang tidak terkontrol. Obesitas sendiri merupakan pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis lainnya seperti perlemakan hati dan gangguan metabolisme.
Risiko diabetes tipe 2 juga meningkat tajam bagi mereka yang gemar menyantap gorengan setiap hari. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa proses penggorengan suhu tinggi dapat merusak sensitivitas insulin dalam tubuh.
Ketika tubuh tidak lagi mampu merespons insulin dengan baik, kadar gula darah akan melonjak tidak terkendali. Hal inilah yang mendasari mengapa pola makan tinggi lemak gorengan sering dikaitkan dengan gangguan kontrol glikemik pada orang dewasa.
Kandungan zat akrilamida dalam gorengan, terutama pada bahan yang mengandung pati seperti kentang atau tepung, juga patut diwaspadai. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengategorikan akrilamida sebagai senyawa yang berpotensi karsinogenik atau pemicu kanker pada manusia.
Senyawa kimia ini terbentuk secara alami akibat reaksi kimia antara gula dan asam amino saat dipanaskan di atas suhu 120 derajat Celsius. Konsumsi jangka panjang dalam jumlah besar dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko kanker tertentu.
Sebagai langkah preventif, mulailah membatasi frekuensi konsumsi gorengan dan beralih ke metode memasak yang lebih sehat. Mengolah makanan dengan cara memanggang, mengukus, atau menggunakan air fryer dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan tekstur renyah tanpa minyak berlebih.
Selain itu, imbangi asupan makanan dengan sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan untuk membantu tubuh menangkal radikal bebas. Menjaga pola makan yang seimbang adalah investasi terbaik untuk kesehatan masa depan Anda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....