Pergerakan Makanan pada Saluran Pencernaan Manusia
- 22 Apr 2026 10:20 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Saluran pencernaan manusia menjalankan mekanisme fisiologis yang kompleks dan terkoordinasi dengan teratur. Setelah dihaluskan dalam lambung, makanan berubah menjadi cairan kental bernama kimus (chyme) yang kemudian memasuki usus halus. Di sinilah peran usus mendorong makanan melalui serangkaian kontraksi otot yang memastikan setiap molekul nutrisi dapat bersentuhan dengan dinding usus dan diserap oleh tubuh ke dalam aliran darah.
Proses mendorong makanan di sepanjang usus dikenal dengan istilah gerak peristaltik. Berdasarkan halodoc, gerakan ini merupakan kontraksi dan relaksasi otot polos yang bergerak seperti gelombang secara berulang dan satu arah.
Otot di belakang makanan akan berkontraksi untuk menekan, sementara otot di bagian depannya akan berelaksasi untuk memberi jalan. Fungsi utama gerakan peristaltik adalah menggerakkan makanan dan cairan melalui saluran pencernaan. Ini dimulai dari kerongkongan setelah menelan, kemudian berlanjut melalui lambung, usus halus, hingga usus besar.
Menurut buku teks medis standar Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology, gerakan peristaltik ini dikendalikan oleh pleksus mienterikus, yang terletak di dalam dinding usus. Tugasnya memungkinkan usus untuk terus bekerja mendorong makanan menuju bagian akhir saluran cerna tanpa perlu kendali sadar.
Situs Alodokter menjelaskan bahwa selama proses pencernaan, gerakan peristaltik bisa melambat. Saat itulah makanan dicampur dengan berbagai enzim pencernaan. Proses pencampuran ini dikenal dengan istilah segmentasi. Segmentasi terjadi di lambung dan usus halus.
Segmentasi adalah gerakan meremas yang terjadi secara lokal dan berulang-ulang pada segmen tertentu di usus. Mekanisme ini membagi-bagi kimus menjadi bagian-bagian kecil dan mengaduknya bersama enzim pencernaan. Proses ini memastikan makanan menempel merata pada vili atau tonjolan halus di dinding usus, yang menjadi gerbang masuknya nutrisi ke dalam sistem sirkulasi tubuh manusia.
Setelah melewati usus halus, sisa-sisa makanan yang tidak dapat diserap akan didorong masuk ke dalam usus besar melalui katup ileosekal. Di dalam usus besar, pergerakan makanan berubah menjadi jauh lebih lambat karena fungsi utamanya bergeser dari penyerapan nutrisi menjadi penyerapan air dan elektrolit.
Literatur dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan usus besar melakukan gerakan yang disebut gerakan massa (mass movements). Gerakan ini adalah kontraksi kuat yang terjadi hanya beberapa kali dalam sehari, biasanya dipicu oleh masuknya makanan baru ke lambung, untuk mendorong tinja menuju rektum.
Pada akhir proses pencernaan, peristaltik di uretra akan mengeluarkan urine dari tubuh, dan peristaltik di rektum dan anus akan bergerak mengeluarkan tinja. Ketika sistem pencernaan kosong, seperti pada malam hari saat tidur, peristaltik terus membersihkan sisa residu.
Kelancaran pencernaan makanan ini sangat bergantung pada keseimbangan antara asupan serat, hidrasi yang cukup, dan kesehatan sistem saraf usus. Kesehatan mikrobiota usus juga berperan penting dalam memodulasi sinyal saraf yang mengatur kecepatan kontraksi otot. Oleh karena itu, menjaga gaya hidup sehat adalah kunci utama agar sistem transportasi nutrisi dalam tubuh tetap berfungsi secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....