Amankah Cantengan Menahun
- 21 Apr 2026 11:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cantengan (istilah medis: paronikia kronis) merupakan kondisi peradangan pada lipatan kuku yang sering kali dianggap sepele, namun sebenarnya dapat berlangsung lama dan sulit disembuhkan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kemerahan, nyeri, dan pembengkakan di sekitar kuku jari tangan atau kaki, serta dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat.
Cantengan didefinisikan sebagai peradangan yang berlangsung lebih dari enam minggu dan dapat melibatkan satu atau lebih lipatan kuku, baik lipatan proksimal maupun lateral. Kondisi ini sering ditemukan pada individu yang sering terpapar air, bahan kimia, atau iritan lain, seperti pekerja rumah tangga, koki, tenaga medis, hingga pekerja laundry.
Secara anatomi, kuku terdiri dari beberapa bagian penting seperti matriks kuku, lempeng kuku, dasar kuku, kutikula (eponikium), dan lipatan kuku. Kutikula berperan sebagai pelindung alami yang menjaga agar area di bawah kuku tetap kedap dari air, iritan, dan mikroorganisme. Pada kondisi ini, pelindung tersebut rusak sehingga memungkinkan zat berbahaya masuk ke dalam jaringan kuku.
Gejala klinis cantengan meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri, serta adanya cairan atau nanah di sekitar kuku. Selain itu, kuku dapat mengalami perubahan seperti menebal, berubah warna, atau memiliki garis-garis tidak normal. Dalam beberapa kasus, kuku juga dapat tampak kehijauan akibat infeksi bakteri tertentu.
Proses terjadinya cantengan melibatkan siklus peradangan berulang yang menyebabkan kerusakan jaringan. Peradangan yang terus-menerus dapat menyebabkan fibrosis pada lipatan kuku dan menurunkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kutikula. Akibatnya, area tersebut menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan iritasi lanjutan.
Penyebab cantengan bersifat multifaktorial, termasuk paparan iritan, alergi, serta kondisi medis tertentu. Meskipun sebelumnya dianggap sebagai infeksi jamur, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini lebih menyerupai dermatitis akibat iritasi. Jamur seperti Candida memang sering ditemukan, tetapi bukan penyebab utama.
Faktor risiko lain meliputi penyakit seperti diabetes, kondisi imunokompromais, serta penggunaan obat-obatan tertentu seperti retinoid dan inhibitor reseptor faktor pertumbuhan epidermal. Selain itu, kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau sering memanipulasi kuku juga dapat memperburuk kondisi ini.
Diagnosis cantengan perlu dibedakan dari kondisi serius lainnya seperti kanker kulit di area kuku, termasuk melanoma atau karsinoma sel skuamosa. Jika kondisi tidak membaik dengan pengobatan standar, pemeriksaan lanjutan seperti biopsi mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Penanganan cantengan menekankan pada pencegahan dan penghindaran faktor pemicu. Pasien disarankan untuk menjaga area kuku tetap kering, menghindari paparan bahan kimia, serta menggunakan sarung tangan pelindung saat bekerja. Perawatan kuku yang baik juga menjadi bagian penting dalam terapi.
Penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan membersihkan area luka menggunakan larutan normal saline untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi lebih lanjut. Selain itu, penggunaan antibiotik topikal serta antibiotik oral dengan spektrum luas dapat diberikan sesuai indikasi untuk mengatasi infeksi. Disarankan juga untuk menghindari tekanan dan gesekan sebisa mungkin, misalnya dengan menggunakan alas kaki yang bagian depannya terbuka. Untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan, dapat ditambahkan agen analgetik atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Menurut dr. Fresa Nathania Rahardjo, M.Biomed, Sp.KK dari RS Sinar Kasih Purwokerto seperti dikutip dari thread alodokter, penanganan yang tepat dan konsisten sangat penting untuk mencegah cantengan menjadi kronis atau berulang, serta menghindari komplikasi yang lebih serius. "Sebaiknya tidak melakukan tindakan mandiri yang tidak steril pada area yang terinfeksi, karena dapat mengakibatkan infeksi hingga bernanah yang berkepanjangan," ujarnya.
Pada kasus yang tidak merespons pengobatan konservatif, tindakan bedah dapat dipertimbangkan. Prosedur seperti eksisi lipatan kuku atau teknik marsupialisasi bertujuan untuk mengangkat jaringan yang rusak dan memungkinkan regenerasi jaringan yang sehat. Secara keseluruhan, cantengan merupakan kondisi yang kompleks dan membutuhkan pendekatan terapi yang menyeluruh. Artikel ini disusun berdasarkan sumber dari PubMed Central dalam National Library of Medicine.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....