Demam pada Anak: Lebih Baik Kompres Hangat atau Dingin
- 16 Apr 2026 15:04 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Demam pada anak sering membuat orang tua panik, terutama ketika suhu tubuh naik cukup tinggi. Salah satu cara penanganan sederhana yang sering dilakukan di rumah adalah dengan kompres. Namun, muncul pertanyaan penting: lebih baik menggunakan kompres air hangat atau dingin?
Secara medis, kompres yang paling dianjurkan saat anak demam adalah kompres air hangat suam-suam kuku, bukan air dingin. Dikutip dari layanan kesehatan seperti Halodoc, kompres hangat dapat membantu tubuh menurunkan suhu secara bertahap melalui mekanisme pelepasan panas alami dari kulit.
Air hangat membantu pembuluh darah di permukaan kulit melebar (vasodilatasi), sehingga panas tubuh lebih mudah dilepaskan ke lingkungan. Proses ini membuat penurunan suhu lebih nyaman dan tidak menyebabkan tubuh anak kaget.
| Baca juga: Alasan Balita Minum Obat Cacing |
Sebaliknya, kompres air dingin atau es tidak dianjurkan untuk anak demam. Menurut WHO dan beberapa panduan klinis pediatri, suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), sehingga panas justru tertahan di dalam tubuh. Selain itu, anak bisa merasa tidak nyaman, menggigil, dan hal ini dapat meningkatkan produksi panas tubuh sebagai respons alami.
Cara yang benar melakukan kompres air hangat adalah dengan merendam kain bersih ke air hangat suam-suam kuku, lalu peras hingga tidak menetes. Tempelkan pada area seperti dahi, ketiak, atau lipatan selangkangan. Kompres dapat diganti setiap beberapa menit agar tetap efektif.
Selain kompres, penting bagi orang tua untuk memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik, cukup istirahat, dan mengenakan pakaian yang ringan. Jika diperlukan, obat penurun demam dapat diberikan sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan.
| Baca juga: Atasi Kuku Kaki Lepas dengan Tepat |
Namun, kompres hanya merupakan penanganan awal di rumah. Segera periksakan anak ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh sangat tinggi (≥39°C), anak tampak sangat lemas, tidak mau makan/minum, mengalami kejang, atau menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.
Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi, seperti virus atau bakteri. Oleh karena itu, tujuan utama penanganan bukan hanya menurunkan suhu tubuh, tetapi juga membantu tubuh melawan penyebab infeksi tersebut. Orang tua perlu memahami bahwa demam ringan hingga sedang sering kali tidak berbahaya jika anak masih aktif, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya lainnya.
Selain penanganan fisik, kenyamanan emosional anak juga penting diperhatikan. Anak yang sedang demam sering menjadi lebih rewel dan mudah cemas. Memberikan rasa aman, menemani anak beristirahat, serta menjaga suasana yang tenang dapat membantu proses pemulihan. Pendekatan yang lembut ini sering kali sama pentingnya dengan pengobatan fisik dalam membantu anak pulih lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....