Pengertian dan Bahaya Third-hand Smoker

  • 14 Apr 2026 10:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Selama ini, mungkin kita hanya mengenal perokok aktif dan perokok pasif (second-hand smoker). Namun, ada ancaman kesehatan lain yang sering luput dari perhatian kita, yaitu third-hand smoker.

Istilah ini merujuk pada orang yang menghirup sisa-sisa zat kimia dari rokok yang menempel dan menetap pada permukaan benda di sekitar kita.

Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh dr. Adam Prabata melalui akun X/Twitter-nya (@AdamPrabata), residu dari asap rokok ini bukan sekadar bau menyengat yang tertinggal. Zat-zat berbahaya tersebut bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun di berbagai permukaan seperti sofa, dinding, bahkan permukaan keras seperti keramik.

Banyak orang mengira jika bau rokok sudah hilang, maka bahayanya pun ikut hilang. Sayangnya, kenyataannya tidak sesederhana itu. Residu yang menempel ini mengandung ratusan zat kimia berbahaya seperti nikotin, logam berat beracun yang sulit terurai, bahkan zat karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker. Zat-zat ini sangat berisiko bagi anak-anak atau bayi yang sering menyentuh lantai atau memasukkan benda ke dalam mulut.

Dalam cuitannya, dr. Adam menekankan pembersihan biasa sering kali tidak cukup untuk menghilangkan jejak third-hand smoke. Meskipun permukaan terlihat bersih secara visual, residu zat beracun tersebut masih bisa terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

Partikel asap rokok yang sudah mengendap membutuhkan perlakuan khusus agar benar-benar hilang. Pembersihan biasa seringkali tidak cukup, dibutuhkan beberapa kali pencucian dengan deterjen kuat, cuka, atau pembersihan khusus supaya zat sisa rokok hilang sempurna.

Oleh karena itu, berhenti merokok di dalam ruangan atau di dekat orang tersayang adalah langkah awal yang baik. Apabila sudah terlanjur merokok, untuk residu yang menempel tetap memerlukan perhatian serius.

Lebih baik bersihkan secara berulang untuk memastikan residu zat berbahaya telah hilang. Dengan memahami bahaya third-hand smoke, kita bisa lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah demi kesehatan jangka panjang keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....