Dinkes Riau Perluas Layanan HIV
- 10 Apr 2026 20:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pengendalian HIV dengan memperluas akses layanan bagi masyarakat. Mulai dari konseling, pemeriksaan hingga pengobatan kini semakin mudah dijangkau di berbagai daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyebutkan bahwa layanan konseling dan tes HIV saat ini telah tersedia secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Bahkan, seluruh puskesmas dan rumah sakit pemerintah, serta sebagian rumah sakit swasta, sudah menyediakan layanan tersebut.
“Total ada 297 layanan HIV yang dapat diakses masyarakat. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya karena sebagian besar layanan diberikan secara gratis, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan. Di puskesmas, layanan sepenuhnya gratis bagi peserta BPJS, sementara bagi yang belum terdaftar hanya dikenakan biaya administrasi pendaftaran.
Hal serupa juga berlaku di rumah sakit, di mana pasien cukup membayar biaya pendaftaran sesuai kebijakan masing-masing fasilitas kesehatan. Sementara itu, obat tetap diberikan secara gratis tanpa memandang status kepesertaan BPJS.
Menurut Zulkifli, ketersediaan layanan yang merata juga diiringi dengan kesiapan fasilitas kesehatan. Seluruh puskesmas di Riau kini telah aktif melayani konseling dan tes HIV, sehingga masyarakat bisa melakukan deteksi dini tanpa harus bepergian jauh.
Selain itu, stok obat antiretroviral (ARV) juga dipastikan aman dan mencukupi di seluruh layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan. Saat ini terdapat 167 layanan PDP yang siap memberikan terapi berkelanjutan bagi pasien.
Distribusi obat dilakukan secara bertahap, mulai dari pemerintah pusat hingga ke fasilitas layanan di daerah, sehingga pasien dapat terus memperoleh pengobatan tanpa hambatan.
Meski fasilitas telah tersedia luas, Dinkes Riau mengakui masih ada tantangan dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Sebagian orang dengan HIV belum memulai pengobatan karena merasa sehat, sementara lainnya berhenti di tengah jalan akibat kejenuhan menjalani terapi seumur hidup.
Untuk itu, Dinkes terus mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan yang ada. Edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan kepatuhan dalam pengobatan menjadi fokus utama agar pengendalian HIV di Riau dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....