Memahami Narcissistic Personality Disorder (NPD) pada Diri

  • 25 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “narsis” sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu percaya diri atau suka memamerkan diri. Namun, dalam dunia psikologi, istilah tersebut memiliki makna yang jauh lebih kompleks.

Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan dapat berdampak besar pada kehidupan seseorang, baik secara pribadi maupun sosial.

Memahami NPD penting agar kita tidak salah menilai seseorang hanya berdasarkan perilaku permukaan. Selain itu, pengetahuan ini juga membantu kita lebih empati terhadap individu yang mengalami gangguan ini.

NPD merupakan salah satu jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku jangka panjang berupa rasa superioritas, kebutuhan akan kekaguman yang berlebihan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Gangguan ini termasuk dalam kelompok gangguan kepribadian klaster B, yang juga mencakup perilaku dramatis, emosional, dan tidak stabil.

Berbeda dengan kepercayaan diri yang sehat, individu dengan NPD cenderung memiliki gambaran diri yang tidak realistis dan rapuh. Mereka sangat bergantung pada pengakuan dari orang lain untuk menjaga harga diri mereka.

Dikutip dari laman halodoc.com, individu dengan NPD dapat menunjukkan berbagai gejala, antara lain:

1. Rasa Diri yang Berlebihan

Mereka sering merasa dirinya paling hebat, paling pintar, atau paling layak mendapatkan perlakuan istimewa, bahkan tanpa pencapaian yang sebanding.

2. Fantasi Kesuksesan dan Kekuasaan

Penderita NPD sering berkhayal tentang kesuksesan besar, kekuasaan tanpa batas, kecantikan sempurna, atau hubungan ideal.

3. Kebutuhan Akan Pujian

Mereka membutuhkan validasi terus-menerus dari orang lain. Tanpa pujian, mereka bisa merasa tidak berharga atau marah.

4. Kurangnya Empati

Kesulitan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain menjadi ciri khas utama. Hal ini sering menyebabkan konflik dalam hubungan sosial.

5. Eksploitasi Hubungan

Orang dengan NPD cenderung memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya.

6. Sensitif terhadap Kritik

Walaupun terlihat percaya diri, mereka sebenarnya sangat rentan terhadap kritik dan dapat bereaksi dengan kemarahan atau defensif.

Diagnosis NPD biasanya dilakukan oleh profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater. Proses ini melibatkan wawancara klinis, evaluasi perilaku, serta penggunaan kriteria diagnostik tertentu.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat narsis berarti menderita NPD. Diagnosis hanya dapat dilakukan jika pola perilaku tersebut bersifat menetap, ekstrem, dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari.

Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan kepribadian yang kompleks dan sering kali disalahartikan sebagai sekadar sifat narsis biasa. Padahal, kondisi ini melibatkan pola perilaku yang mendalam dan berdampak besar terhadap kehidupan individu.

Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat lebih bijak dalam menilai perilaku orang lain serta memberikan dukungan yang sesuai. Penanganan yang tepat dan dukungan lingkungan dapat membantu individu dengan NPD menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....