Turunkan Berat Badan Pascalebaran dengan Rutin Olahraga Treadmill
- 25 Mar 2026 09:46 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Momen libur panjang Lebaran sering kali meninggalkan kenangan manis sekaligus tambahan berat badan akibat asupan makanan bersantan dan berkalori tinggi. Setelah puas menikmati hidangan khas perayaan, kini saatnya mengembalikan tingkat kebugaran dan bentuk tubuh seperti semula.
Salah satu cara paling praktis dan terukur yang bisa dilakukan adalah dengan memulai kembali rutinitas kardiovaskular menggunakan alat treadmill. Olahraga ini sangat cocok untuk memulihkan kebiasaan aktif tanpa harus terhalang oleh kondisi cuaca atau keterbatasan waktu di luar ruangan.
Berolahraga menggunakan treadmill merupakan bentuk aktivitas yang sangat ideal untuk membakar timbunan kalori ekstra secara efisien. Mesin ini memungkinkan penggunanya untuk mengontrol sepenuhnya intensitas, kecepatan, hingga kemiringan pijakan sesuai dengan adaptasi fisik saat ini.
| Baca juga: Alasan Balita Minum Obat Cacing |
Bagi tubuh yang ototnya mungkin masih kaku setelah lama berlibur, alat ini memberikan fase transisi yang aman dari kebiasaan menetap menuju gaya hidup yang dinamis. Kuncinya terletak pada bagaimana merencanakan durasi latihan agar target pembakaran lemak tercapai maksimal.
Terkait target waktu dan frekuensi latihan yang tepat, pedoman dari American College of Sports Medicine (ACSM) yang dimuat dalam berbagai publikasi jurnal keolahragaan memberikan standar yang sangat kredibel. ACSM merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang antara 150 hingga 250 menit per minggu untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan secara klinis. Jika dikonversikan ke dalam rutinitas harian, Anda disarankan untuk berjalan cepat atau berlari di atas treadmill minimal 30 hingga 50 menit per hari, setidaknya selama lima hari dalam seminggu.
Untuk menerapkan panduan tersebut tanpa membuat tubuh merasa terbebani di awal, mulailah setiap sesi dengan pemanasan berjalan santai selama lima menit pertama. Setelah sirkulasi darah meningkat dan otot terasa lebih hangat, naikkan kecepatan secara bertahap menuju ritme jalan cepat (brisk walking) atau lari santai yang bisa dipertahankan secara konsisten. Jika napas mulai terasa terlalu berat sebelum target 30 menit tercapai, lebih disarankan untuk menurunkan sedikit kecepatannya daripada menghentikan mesin secara total.
Agar progres penurunan berat badan berjalan lebih progresif, manfaatkan fitur incline atau tingkat kemiringan yang tersedia pada panel treadmill. Berjalan pada tanjakan buatan ini terbukti memaksa tubuh membakar kalori jauh lebih besar sekaligus melibatkan lebih banyak kekuatan otot bagian bawah seperti paha dan betis. Kombinasikan variasi kecepatan dan tingkat kemiringan ini untuk menciptakan sesi latihan interval ringan, sehingga sistem metabolisme akan terus bekerja membakar lemak bahkan setelah rutinitas olahraga selesai.
Tentu saja, kedisiplinan dan keringat di atas treadmill harus sejalan dengan pembenahan asupan nutrisi harian pascaliburan. Mulailah membatasi sisa-sisa makanan manis dan berlemak, lalu gantikan dengan asupan tinggi serat dari sayur, buah, serta protein sehat untuk mendukung pemulihan tubuh. Melalui perpaduan antara konsistensi durasi treadmill setiap hari dan pola makan gizi seimbang, berat badan yang ideal akan segera kembali dan performa harian Anda akan terasa lebih prima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....