Katarak Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia
- 04 Mar 2026 15:13 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Katarak menjadi salah satu gangguan penglihatan paling umum pada kelompok usia lanjut. Penyakit ini ditandai dengan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan pandangan tampak buram, berkabut, hingga sulit melihat pada malam hari.
Seiring bertambahnya usia, risiko katarak pun meningkat secara signifikan. Menurut World Health Organization (WHO), katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, terutama di negara berkembang. Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia, dengan mayoritas kasus terjadi pada penduduk usia di atas 50 tahun.
Dilansir dari laman World Health Organization , Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh. Pada lansia, proses penuaan alami membuat protein di dalam lensa mata menggumpal dan membentuk lapisan kabut. Akibatnya, cahaya yang masuk ke retina terhambat sehingga penglihatan menjadi tidak tajam.
Beberapa gejala yang sering dialami penderita katarak usia tua antara lain:
Penglihatan buram atau berkabut
Baca juga: Empat Penyebab Jerawat MembandelSensitif terhadap cahaya
Sulit melihat pada malam hari
Warna terlihat pudar atau menguning
Sering mengganti ukuran kacamata
Gejala biasanya berkembang perlahan, sehingga banyak lansia tidak langsung menyadari penurunan kualitas penglihatannya. Selain faktor usia, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko katarak meliputi:
| Baca juga: Jangan Sepelekan Rambut Bercabang |
Diabetes
Paparan sinar ultraviolet berlebihan
Kebiasaan merokok
Riwayat cedera mata
Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
WHO menyebutkan gaya hidup sehat dan perlindungan mata dari sinar matahari dapat membantu menurunkan risiko terjadinya katarak lebih dini.
Satu-satunya pengobatan efektif untuk katarak adalah melalui prosedur operasi. Operasi katarak termasuk tindakan medis yang relatif aman dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan (intraocular lens/IOL).
Menurut penjelasan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), operasi katarak saat ini sudah menggunakan teknik modern dengan sayatan kecil sehingga proses pemulihan lebih cepat.
Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas. Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan sebelum katarak mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak takut menjalani operasi katarak karena prosedur ini termasuk tindakan medis yang paling sering dilakukan dan terbukti efektif mengembalikan kualitas penglihatan.
Dengan meningkatnya kesadaran serta akses layanan kesehatan yang lebih baik, diharapkan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia dapat terus ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....