Mengenal Trigger Finger si-Jari Pelatuk
- 03 Mar 2026 18:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah Anda merasakan jari tiba-tiba kaku saat hendak meluruskan tangan? Atau muncul sensasi seperti “klik” kecil ketika jari ditekuk? Bagi sebagian orang, kondisi ini kerap dianggap sepele. Padahal, bisa jadi itu merupakan tanda trigger finger atau yang dikenal sebagai jari pelatuk.
Situs American Academy of Orthopaedic Surgeons AAOS memaparkan, Trigger finger adalah kondisi peradangan pada tendon jari yang membuat pergerakannya tidak lagi mulus. Jari terasa nyeri, kaku, bahkan dapat terkunci dalam posisi menekuk. Gangguan ini lebih sering dialami perempuan berusia di atas 50 tahun, serta mereka yang sehari-hari melakukan gerakan berulang menggunakan jari, seperti mengetik, menjahit, atau menggenggam ponsel dalam waktu lama.
Secara reflektif, kita mungkin baru menyadari pentingnya fungsi jari ketika gerakan sederhana seperti menggenggam gelas, menulis, atau membuka pintu terasa menyakitkan. Di dalam tangan, terdapat tendon jaringan penghubung antara otot dan tulang yang bekerja tanpa kita sadari setiap hari.
Tendon ini dilapisi selubung pelindung agar dapat bergerak lancar. Namun, ketika selubung tersebut mengalami peradangan dan penebalan, ruang gerak tendon menyempit.
Terjadilah gesekan yang menimbulkan rasa nyeri dan sensasi terkunci. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut stenosing tenosynovitis.
Pada orang dewasa, trigger finger kerap menyerang jari tengah, manis, kelingking, atau ibu jari, terutama pada tangan yang lebih dominan digunakan. Sementara pada anak-anak, kasus lebih sering ditemukan pada ibu jari.
Mengapa Bisa Terjadi? Trigger finger tidak muncul begitu saja. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risikonya, di antaranya: Perempuan dan usia di atas 50 tahun, aktivitas dengan gerakan jari berulang, Penyakit tertentu seperti diabetes atau radang sendi, serta riwayat operasi carpal tunnel syndrome.
Aktivitas yang tampak ringan tetapi dilakukan terus-menerus tanpa jeda dapat memicu iritasi pada selubung tendon. Dalam jangka panjang, peradangan ini menyebabkan penebalan jaringan dan terbentuknya jaringan parut.
Banyak orang menunda pemeriksaan karena mengira keluhan hanya pegal biasa. Padahal, gejala trigger finger memiliki ciri khas.
Contohnya, jari terasa kaku terutama saat bangun pagi, nyeri di pangkal jari atau telapak tangan, sensasi bunyi “klik” saat digerakkan, Muncul benjolan kecil di pangkal jari, dan Jari terkunci dalam posisi menekuk.
Rasa nyeri biasanya semakin jelas saat jari dipaksa bergerak. Pada tahap lanjut, penderita bahkan memerlukan bantuan tangan lain untuk meluruskan jari yang terkunci.
Kabar baiknya, trigger finger dapat ditangani jika terdeteksi lebih awal. Penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan. Langkah awal biasanya berupa istirahat pada jari yang terdampak dan mengurangi aktivitas berulang.
Dokter juga dapat menganjurkan latihan peregangan ringan untuk menjaga fleksibilitas. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sering diberikan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan. Dalam beberapa kasus, penggunaan bidai saat tidur membantu menjaga posisi jari tetap lurus.
Jika keluhan tidak membaik, tindakan medis seperti injeksi steroid dapat dilakukan untuk mengurangi peradangan. Pada kondisi tertentu, prosedur pelepasan tendon atau operasi menjadi pilihan agar pergerakan jari kembali normal.
Tubuh sering kali memberi sinyal sebelum gangguan menjadi lebih berat. Rasa kaku yang berulang atau nyeri di pangkal jari bukanlah hal yang boleh diabaikan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan tanpa prosedur invasif.
Jika Anda mengalami keluhan jari yang sulit digerakkan atau terasa nyeri berkepanjangan, segera konsultasikan ke dokter spesialis ortopedi. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Menjaga kesehatan tangan berarti menjaga kemampuan kita menjalani aktivitas sehari-hari. Karena sering kali, kita baru menyadari betapa berharganya gerakan sederhana ketika ia tak lagi terasa mudah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....