Peran Orang Tua dalam Menghadapi Tren Game Digital

  • 19 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Fenomena game online seperti Roblox menunjukkan bagaimana dunia digital kini semakin kompleks. Platform ini memungkinkan pemain bertemu secara acak dengan pengguna lain, bahkan lintas usia.

Tanpa pengawasan, anak bisa terpapar konten atau interaksi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Hal ini disampaikan Psikolog Pendidikan dan Alumni Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau, Anandhika Agus Saputra, M.Psi, dalam Obrolan SPADA Pro 2 Pekanbaru bersama Selasa 17 Februari 2026.

Masalah utamanya bukan sekadar pada game, melainkan pada kurangnya pendampingan. Anak yang bermain sendiri, tanpa arahan, berisiko lebih besar mengalami ledakan emosi, kecanduan, atau terpengaruh perilaku negatif dari pemain lain.

Organisasi seperti World Health Organization bahkan menyarankan pembatasan screen time ketat untuk anak di bawah dua tahun. Paparan layar berlebihan pada usia dini dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan sosial. Artinya, pengenalan game harus disesuaikan dengan usia dan kematangan anak.

Jika anak sudah terlanjur bermain dalam durasi berlebihan misalnya hingga delapan jam sehari penghentian mendadak bisa memicu tantrum. Pendekatan yang lebih efektif adalah pengurangan bertahap dan menggantinya dengan aktivitas alternatif yang juga menyenangkan, seperti bermain fisik, memasak bersama, atau aktivitas kreatif lainnya. Tujuannya adalah memberikan “reward” emosional yang setara, sehingga anak tidak merasa kehilangan secara drastis.

Selain itu, orang tua perlu memahami kategori usia pada game (rating usia) serta memanfaatkan fitur parental control. Lebih ideal lagi, bermain bersama anak agar orang tua mengetahui jenis interaksi dan konten yang diakses.

Video game bukan musuh. Ia adalah bagian dari realitas generasi digital. Namun, tanpa literasi digital dan keterlibatan orang tua, risiko dampak psikologis akan lebih besar. Dengan komunikasi terbuka, pembatasan yang jelas, serta alternatif aktivitas yang sehat, anak dapat menikmati game tanpa mengorbankan kesehatan mental dan perkembangan sosialnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....