Jenis Olahraga Ringan Selama Berpuasa
- 18 Feb 2026 16:23 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan tidak harus melalui latihan fisik yang berat dan menguras tenaga. Bagi masyarakat yang ingin tetap aktif, pemilihan jenis olahraga yang tepat menjadi kunci agar tubuh tidak mengalami kelelahan ekstrem atau dehidrasi di tengah kewajiban berpuasa. Olahraga ringan yang terukur justru dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.
Jalan santai menjadi pilihan utama yang paling direkomendasikan karena sifatnya yang rendah risiko namun efektif membakar kalori. Mengutip panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemkes), aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki selama 15 hingga 30 menit menjelang berbuka puasa sangat disarankan. Selain menjaga kelenturan otot, jalan santai di sore hari atau "ngabuburit" juga bermanfaat untuk menyegarkan pikiran tanpa menguras cadangan energi secara berlebihan.
| Baca juga: Kulit Bebas Minyak Tetap Sehat |
Selain jalan santai, peregangan statis atau yoga ringan di dalam ruangan juga menjadi solusi cerdas bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu. Gerakan yoga yang fokus pada pengaturan napas dan kelenturan dapat membantu mengurangi kekakuan otot akibat terlalu banyak duduk atau berbaring saat puasa. Jenis olahraga ini sangat aman dilakukan kapan saja karena tidak memicu keringat berlebih yang berisiko menyebabkan kekurangan cairan.
Bersepeda santai dengan intensitas rendah juga kian digemari sebagai aktivitas fisik selama Ramadan. Namun, merujuk pada saran praktis dari British Nutrition Foundation, penting bagi individu untuk mendengarkan sinyal tubuh dan tidak memaksakan kecepatan atau jarak tempuh yang jauh. Bersepeda di area yang teduh atau sekitar lingkungan rumah selama 20 menit sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung tanpa memicu rasa haus yang hebat.
Bagi mereka yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, latihan beban ringan menggunakan berat badan sendiri (bodyweight exercise) seperti squat atau lunges sederhana dapat dilakukan. Latihan ini bertujuan untuk menjaga massa otot agar tidak menyusut selama pola makan berubah. Pastikan melakukan gerakan dengan tempo yang lebih lambat dari biasanya dan berikan jeda istirahat yang lebih lama di setiap repetisinya.
Berdasarkan rekomendasi global dari World Health Organization (WHO), kunci dari olahraga saat berpuasa adalah konsistensi, bukan intensitas. WHO menyarankan masyarakat untuk tetap bergerak minimal 150 menit per minggu yang dibagi ke dalam beberapa hari. Di bulan Ramadan, durasi ini bisa dicapai dengan sesi-sesi singkat yang dilakukan secara rutin setiap hari agar tubuh tidak "kaget" saat kembali ke pola aktivitas normal setelah Idul Fitri.
Pemilihan jenis olahraga ringan yang tepat akan membuat ibadah puasa terasa lebih ringan dan menyenangkan. Dengan tetap aktif bergerak secara terukur, masyarakat tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk membentuk gaya hidup sehat yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan batasan kemampuan fisik masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....