Tips Tetap Fit & Berenergi saat Puasa

  • 17 Feb 2026 15:23 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti menghentikan seluruh aktivitas fisik secara total. Menjaga tubuh tetap bugar di bulan Ramadan justru menjadi kunci agar imunitas tetap terjaga dan ibadah berjalan maksimal.

Kuncinya bukan pada intensitas yang tinggi, melainkan pada pengaturan waktu dan asupan yang tepat agar tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan berlebih. Langkah pertama yang paling krusial adalah memerhatikan asupan saat sahur.

Mengutip panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemkes), masyarakat disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum serta serat dari sayuran. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga mampu menyediakan energi cadangan yang lebih stabil sepanjang hari hingga waktu berbuka tiba.

Selain nutrisi, hidrasi adalah tantangan utama saat berpuasa di iklim tropis. Untuk menyiasatinya, terapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh pekat saat sahur karena bersifat diuretik yang justru mempercepat pembuangan cairan tubuh melalui urine.

Untuk aktivitas fisik, pilihlah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang seperti jalan santai, yoga, atau peregangan di dalam rumah. Waktu yang paling disarankan adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa atau setelah salat Tarawih. Durasi singkat namun konsisten jauh lebih efektif dalam menjaga kebugaran otot dibandingkan olahraga berat yang dipaksakan saat perut kosong.

Istirahat yang cukup juga menjadi pilar penting yang sering terabaikan. Perubahan pola tidur akibat bangun sahur harus dikompensasi dengan tidur lebih awal di malam hari atau tidur siang singkat selama 20 menit. Kurang tidur dapat mengacaukan metabolisme tubuh dan memicu rasa lapar serta lemas yang lebih cepat di siang hari.

Bagi masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai rutinitas olahraga baru di bulan Ramadan. Pastikan untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh, jika merasa pusing atau lemas yang tidak wajar, segera hentikan aktivitas dan beristirahatlah agar tidak terjadi risiko kesehatan yang fatal.

Dengan kombinasi nutrisi seimbang, hidrasi yang terjaga, serta aktivitas fisik yang terukur, puasa bukan lagi menjadi penghalang untuk produktivitas. Tetap bugar di bulan suci adalah bentuk ikhtiar dalam menjaga amanah kesehatan yang diberikan Tuhan, sekaligus memastikan ibadah kita tetap khusyuk dan penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....