Takaran Ideal Konsumsi Buah untuk Kesehatan Tubuh

  • 11 Feb 2026 16:23 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mengonsumsi buah secara rutin merupakan pilar penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi harian manusia. Namun, banyak orang masih bingung mengenai berapa jumlah pasti yang dibutuhkan tubuh agar manfaatnya optimal tanpa kelebihan gula alami (fruktosa). 

Menurut panduan dari World Health Organization (WHO), orang dewasa disarankan mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayur setiap hari. Secara spesifik, takaran ini sering diterjemahkan menjadi 2 hingga 3 porsi buah per hari guna menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui kampanye "Isi Piringku" juga memberikan standar serupa bagi masyarakat lokal. Dalam satu piring makan, porsi buah disarankan mengisi sekitar seperenam bagian, atau setara dengan 150 gram buah per makan. 

Jika dikonversi ke dalam ukuran rumah tangga, takaran ini setara dengan dua potong sedang pepaya, dua buah jeruk ukuran sedang, atau satu buah pisang ambon. Takaran ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral tanpa membebani sistem pencarian dengan kalori berlebih.

Penelitian terdahulu yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menekankan pentingnya variasi warna dalam takaran harian tersebut. Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi berbagai jenis buah dalam takaran yang pas lebih efektif daripada hanya mengonsumsi satu jenis buah dalam jumlah besar. 

Hal ini dikarenakan setiap pigmen warna buah mengandung fitonutrien berbeda, seperti likopen pada buah merah atau antosianin pada buah ungu, yang bekerja sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam sel tubuh.

Selain kuantitas, metode konsumsi juga menjadi sorotan dalam berbagai studi klinis. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa takaran buah harian sebaiknya dipenuhi melalui buah utuh daripada jus. 

Buah utuh mempertahankan serat makanan yang berfungsi memperlambat penyerapan gula dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, mengubah takaran buah menjadi jus sering kali menghilangkan serat penting dan meningkatkan indeks glikemik, yang secara jangka panjang dapat mempengaruhi stabilitas kadar gula darah.

Bagi individu dengan kondisi medis tertentu, seperti penderita diabetes, takaran ini memerlukan penyesuaian khusus. American Diabetes Association (ADA) menyarankan pasien untuk tetap mengonsumsi buah namun dengan kontrol porsi yang lebih ketat, yakni sekitar satu porsi kecil per waktu makan. 

Pemilihan buah dengan indeks glikemik rendah seperti apel, beri, atau pir lebih diutamakan. Hal ini membuktikan bahwa meskipun buah sehat, "takaran ideal" tetap harus diselaraskan dengan kebutuhan metabolisme serta aktivitas fisik masing-masing individu.

Mengikuti rekomendasi takaran 2-3 porsi buah sehari adalah investasi jangka panjang bagi kebugaran tubuh. Konsistensi dalam memenuhi kuota ini membantu menjaga tekanan darah, berat badan ideal, dan kesehatan sistem pencernaan. 

Dengan memahami takaran yang kredibel, kita dapat menikmati manisnya buah sebagai sumber energi alami sekaligus benteng pertahanan bagi imunitas tubuh. Fokuslah pada keberagaman jenis buah setiap harinya untuk mendapatkan spektrum nutrisi yang paling lengkap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....