Penyebab Menguap Dapat Menular
- 03 Feb 2026 09:21 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pernah nggak, kamu melihat seseorang menguap lalu tanpa sadar ikut menguap juga ? Padahal sebelumnya sama sekali tidak merasa mengantuk. Fenomena ini sering terjadi dan terasa sepele, tapi ternyata ada penjelasan ilmiahnya.
Dikutip dari halodoc.com menguap lalu menular bukanlah reaksi yang aneh karena sebagian besar perilaku manusia memang menular. Menguap menjadi fenomena sosial dibanding fenomena psikologis atau biologis.
Kenapa Menguap Bisa Menular ? Berikut Penjelasan Ilmiahnya
1. Bentuk Empati dan Ikatan Sosial (Faktor Psikososial)
| Baca juga: Alasan Mengantuk dan Tertidur saat Bekerja |
Menurut studi, menguap menular sering dikaitkan dengan tingkat empati seseorang.
Empati: Ini adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Ketika seseorang yang dekat (keluarga, teman, pasangan) menguap, Anda cenderung ikut menguap karena otak merespons "sinyal" lelah atau bosan tersebut sebagai ikatan emosional.
Lebih mudah menular pada kenalan: Penelitian menunjukkan bahwa menguap lebih mudah menular antara orang yang memiliki hubungan emosional dekat dibandingkan dengan orang asing.
2. Aktivitas Neuron Cermin (Mirror Neurons) di Otak
| Baca juga: Empat Penyebab Jerawat Membandel |
Secara biologis, otak manusia memiliki sistem yang disebut "neuron cermin" (mirror neurons).
Saat Anda melihat seseorang menguap, neuron ini aktif dan meniru tindakan tersebut secara otomatis. Neuron cermin berfungsi memetakan apa yang kita lihat ke dalam tindakan motorik kita sendiri, seolah-olah otak Anda berkata, "Oh, dia menguap, saya juga harus melakukan hal yang sama".
3. Jenis Echophenomenon (Meniru Otomatis)
Dalam psikologi, menguap menular termasuk dalam echophenomenon, yaitu perilaku meniru tindakan orang lain secara otomatis tanpa disadari (mirip dengan echopraxia).
4. Evolusi untuk Kewaspadaan Kelompok
Secara evolusioner, menguap dianggap sebagai cara untuk mendinginkan otak dan meningkatkan kewaspadaan. Ketika satu orang dalam kelompok menguap (karena lelah atau bosan), menularkannya ke orang lain dianggap sebagai cara untuk menyinkronkan perilaku kelompok agar tetap waspada secara bersama-sama.
5. Bukan Tanda Kantuk Semata
Menguap memang sering terjadi saat lelah, tetapi dalam konteks menular, itu lebih kepada respons sosial/psikologis daripada sekadar tanda bahwa Anda mengantuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....