Mengenal Sindrom Seribu Wajah atau Down Syndrome

  • 30 Jan 2026 07:14 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Istilah sindrom seribu wajah kerap digunakan untuk menggambarkan kemiripan ciri fisik pada penyandang Down syndrome. Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang cukup sering terjadi dan perlu dipahami secara tepat oleh masyarakat.

Menurut National Institutes of Health (NIH) Down syndrome terjadi akibat kelebihan satu salinan kromosom nomor 21. Normalnya, manusia memiliki dua kromosom 21, namun pada penderita Down syndrome jumlahnya menjadi tiga. Kondisi ini memengaruhi perkembangan fisik, kecerdasan, dan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan penyebabnya, Down syndrome terbagi menjadi tiga jenis, yakni trisomi 21 (paling sering terjadi), mosaik, dan translokasi. Tingkat keparahan gejala pada tiap anak dapat berbeda, tergantung jenis dan kondisi masing-masing.

Data World Health Organization (WHO) memperkirakan 3.000 hingga 5.000 bayi lahir dengan Down syndrome setiap tahun di dunia. Risiko kondisi ini meningkat pada kehamilan usia 35 tahun ke atas, usia ayah lebih dari 40 tahun, serta adanya riwayat kelainan kromosom dalam keluarga.

Ciri fisik yang umum dijumpai antara lain kepala lebih kecil dan datar di bagian belakang, mata miring ke atas, hidung dan mulut kecil, leher pendek, jari tangan dan kaki lebih pendek, serta otot tubuh yang lemas. Dari sisi perkembangan, anak dengan Down syndrome sering mengalami keterlambatan bicara, berjalan, dan belajar.

Down syndrome merupakan kondisi seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, dengan deteksi dini, terapi berkelanjutan, pendidikan khusus, serta dukungan keluarga, penyandang Down syndrome dapat tumbuh lebih mandiri dan menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....