Kesumba Keling, Si Merah Alami dengan Segudang Manfaat
- 11 Apr 2025 22:24 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru : Kesumba keling, atau dengan nama latin Bixa orellana, adalah tumbuhan perdu atau pohon kecil yang mudah dikenali dari buahnya yang berwarna merah menyala dan memiliki rambut-rambut halus seperti sikat.
Kesumba keling memiliki berbagai nama daerah seperti bunga parada (Bugis), kunyit jawa (Melayu), galinggem (Sunda), sumba keling (Jawa), kesumba (Minangkabau), dan taluka (Ambon).
Dalam Jurnal Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Kesumba Keling dijelaskan dengan rinci bahwa di Indonesia buah kesumba keling sering dimanfaatkan sebagai mainan bagi anak - anak sebagai inai dengan cara langsung diaplikasikan pada kuku.
Di Jawa Tengah tanaman merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikenal dan digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk pengobatan dan kesehatan.
Di Inggris dan Amerika Serikat tanaman ini disebut annatto, disadari sebagai penghasil bahan pewarna alami yang penting secara ekonomis nomor dua di dunia, setelah karamel. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami adalah selaput bijinya.
Potensi pigmen bixin pada selaput bijinya sebagai pewarna alami makanan, didukung oleh banyak hasil peneliti sebagai antigenotoksik, antikarsinogenik, anti jamur, dan anti inflamatori, sehingga diharapkan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Buah kesumba keling merupakan tanaman obat yang termasuk ke dalam famili tumbuhan Bixaceae. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang kaya akan berbagai kandungan senyawa kimia antara lain, tanin, kalsium oksalat, saponin, lemak, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri, terdapat juga zar warna diantaranya adalah biksin, norbiksin, orelin, dan zat samak.
Daun dan akar mengandung orellin, glukosida, zat samak dan damar sedangkan biji kesumba keling mengandung tanin, steroid/terpenoid, flavonoid dan zat warna bixin/norbixin. Kulit biji juga mengandung karotenoid yang memberi warna merah
Tanaman kesumba keling bagian yang digunakan dalam pengobatan adalah daun, kulit kayu, kulit akar, daging buah, kulit biji, dan biji. Daunnya untuk pengobatan penyakit disentri, diare, bengkak air (udem), perut kembung, masuk angin, sakit kuning, perdarahan, dan kurang nafsu makan.
Kulit batang dan kulit akar digunakan untuk mengatasi demam dan influenza. Daging buah digunakan untuk mengatasi nyeri lambung (gastritis). Dan bubuk dari kulit biji kesumba keling digunakan untuk pengobatan cacingan, antidote pada keracunan singkong.
Kesumba keling bukan hanya sekadar tanaman liar dengan buah berwarna menarik. Di balik kesederhanaannya, tersimpan kekayaan senyawa alami yang bermanfaat bagi kehidupan. Potensinya sebagai pewarna alami yang aman dan sumber senyawa bioaktif menjadikannya aset berharga yang perlu terus diteliti dan dikembangkan pemanfaatannya secara optimal.
Dengan menggali lebih dalam manfaat kesumba keling, kita dapat semakin menghargai kekayaan alam Indonesia dan memanfaatkannya secara bijak untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....