Mengenal Penyakit Rabies dan Penanganannya

  • 26 Sep 2024 10:20 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Rabies atau yang sering disebut penyakit anjing gila, adalah zoonosis yang menyebabkan peradangan otak dan sumsum tulang belakang berakibat progresif dan fatal. Rabies menrupakan penyakit berbahaya yang ditularkan oleh air liur hewan umumnya anjing, melalui gigitan yang mengakibatkan infeksi pada manusia.

Selain anjing ada beberapa hewan yang juga berpotensi menyebabkan rabies seperti kucing, kelelawar, dan kera yang penularannya bukan hanya melalui gigitan tetapi juga bisa melalui air liur, cakaran serta jilatan dari hewan tersebut pada kulit manusia apalagi jika kulit dalam keadaan terluka.

Dikutip dari halodoc.com, air liur yang dihasilkan oleh hewan-hewan yang berpotensi menyebabkan rabies mengandung virus Rhabdoviridae (RABV) yang apabila air liur tersebut terkena manusia bisa menyebabkan beberapa gejala seperti kejang, halusinasi, kelumpuhan dan yang paling terparah bisa menyebabkan kematian.

Ade Rukmana selaku perwakilan Persatuan Dokter Hewan Indonesia untuk daerah Riau menjelaskan tentang bahaya jika manusia terpapar virus rabies .

"Berbicara tentang rabies, penyakit yang sudah berabad lamanya dan sudah menjadi penyakit yang tidak bisa ditangani lagi karena hanya bisa dengan upaya pencehagan berupa vaksinasi karena rabies ini merupakan penyakit mematikan apalagi jika sudah menunjukkan gejala-gejalanya. Oleh sebab itu pentingnya untuk melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan serta pengetahuan tentang penanganan pertama bila terkena gigitan dari hewan yang berpotensi rabies", jelasnya pada dialog interaktif Pekanbaru pagi di Pro1 RRI Pekanbaru Kami, (26/09/2024).

Pentingnya mengetahui pertolongan pertama saat terkena gigitan anjing atau hewan yang berpotensi rabies harus diketahui oleh masyarakat serta orang tua, karena anak-anak seringkali yang menjadi korban virus ini, dikutip dari laman halodoc.com ada beberapa tindakan yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama saat terkenan gigitan hewan pemicu rabies, diantaranya :

1. Hentikan Pendarahan

Luka bekas gigitan biasanya mengeluarkan darah, untuk langkah awalnya hentikan terlebih dahulu pendarahan tersebut sebelum mencuci lukadengan cara memberikan tekanan beberapa menit pada luka tersebut agar mengeluarkan darah. Tindakan ini dilakukan agar kuman atau virus yang masuk ketubuh bisa keluar sehingga tidak menginfeksi tubuh.

2. Cuci Luka

Tahap berikutnya, mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit. Selalu lakukan langkah ini jika terkena gigitan hewan lainnya untuk menghindari resiko infeksi bakteri yang dibawa oleh hewan itu.

3. Oleskan Antiseptik

Setelah itu oleskan antiseptik pada luka gigitan seperti povidone iodone atau alkohol 70% di area luka bekas gigitan.

4. Hubungi Dokter

Walaupun langkah diatas sudah dilakukan dengan benar, tetap harus menghubungi dokter atau membawa ke klinik terdekat untuk mendapat penanganan medis. Beritahu juga informasi kepada dokter tentang kondisi hewan yang menggigit tadi.

Jadi itulah beberapa langkah awal yang harus dilakukan jika terkena gigitan hewan berpotensi rabies, jangan lupa untuk memberikan suntikan vaksin kepada hewan peliharaan untuk mencegah penularan virus rabies dari hewan ke manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....