Mimpi Kecil Menjadi Motivasi untuk Berkancah di Internasional

  • 06 Okt 2026 23:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesempatan untuk merasakan pengalaman mengajar di luar negeri menjadi langkah untuk mengembangkan diri di kancah internasional. Dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 Pekanbaru pada Seninn5 Oktober 2026 bersama dengan M.Naufal Hadi Muflih, Nuriska Julia Anggraini dan M. Hafis yang merupakan Peserta PLP dan KKN International Thailand FTK UIN Suska Riau.

Mereka menceritakan perjalanannya pada saat mengikuti program Pengenalan Lapangan Pengajaran (PLP) Internasional di Thailand, yang membuat mereka tidak hanya mendapat pengalaman mengajar, tetapi juga berkesempatan mengenal budaya serta lingkungan akademik yang berbeda dari Indonesia. Selain itu juga membagikan pengalaman saat mengikuti program tersebut, mulai dari alasan mendaftar hingga berbagai pelajaran yang mereka peroleh selama berada di Thailand. Bagi masing-masing mereka, keputusan mengikuti program internasional tersebut berangkat dari motivasi yang berbeda.

Nuriska mengatakan ia tertarik dengan bahasa dan budaya Thailand sehingga memilih untuk mengambil kesempatan ini.

“Berangkat ke negara Thailand itu sudah bagian dari impian sejak lama, namun karena yang diizinkan oleh orang tua hanya berkaitan dengan pendidikan, makanya saya mencari cara gimana sih dengan jalur pendidikan, saya bisa pergi ke luar negeri, terutama Thailand,” jelasnya.

Sementara Naufal, mengatakan ia terdorong setelah melihat pengalaman mahasiswa lain yang lebih dahulu.

“Motivasi saya cuman ingin mengambil kesempatan yang diberikan oleh kampus saja awalnya, kalau ditarik ulur ke awal-awal masa kuliah, saya pernah ngelihat satu baliho gitu, yang isinya itu orang-orang yang pergi ke luar negeri. Jadi, dari situ saya kayak termotivasi untuk ke luar negeri dan salah satunya melalui KKN dan PLP Internasional ini," ujarnya.

Berbeda dengan keduanya, Hafis mengaku telah menargetkan program internasional sejak awal menjadi mahasiswa agar dapat meraih pengalaman dan pencapaian yang membanggakan selama perkuliahan.

“Ketika di Maba itu dulu ada yang bilang, kamu masih Maba nih, tetapkanlah target kamu, dan alhamdulillah satu per satu ya sejauh ini alhamdulillah tercapai, dan salah satunya berangkat ke Thailand,” tuturnya.

Tentunya pengalaman mengajar di Thailand memberikan pemahaman baru bagi ketiganya mengenai peran seorang pengajar. Mengajar tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga kesiapan, penguasaan materi, kemampuan membangun hubungan dengan peserta didik, serta sikap dan integritas seorang pendidik.

“Kita mengajar sembari kita belajar. Di situ terasa banget ya seorang guru memang betul-betul harus belajar lagi sebelum besok paginya mau mengajar. Harus mengulang lagi mencari metode apa yang bagus dan yang efektif juga” ujar Hafis saat ditanya mengenai apa yang mereka dapatkan selama mereka melakukan kegiatan PLP tersebut.

Bagi mereka, pengalaman mengikuti PLP Internasional bukan hanya tentang mengajar di luar negeri. Perjalanan itu menjadi pembuktian bahwa keinginan sederhana untuk mendapatkan pengalaman internasional dapat menjadi langkah awal untuk membuka kesempatan yang lebih besar di masa depan. Dan mereka berharap cerita pengalaman mereka ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan kemampuan, dan tidak takut mencoba pengalaman baru di tingkat internasional. (AISYAH SUANDY)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....